POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

POST-TITLE-HERE

Posted by Author On Month - Day - Year

POST-SUMMARY-HERE

Tak ada yang salah dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan orang tua terhadap anak, namun ada kalanya ketika perhatian dan kasih sayang berpotensi mencelakai anak atau membuat jiwanya terancam. Salah satunya saat orangtua memutuskan untuk tidur bersama dengan bayinya.

Menurut Yayasan Khusus Penyebab Kematian Bayi (FSID) di Inggris, berbagi tempat tidur dengan si bayi merupakan penyebab kematian terbesar bayi. Selain itu, FSID juga mencatat potensi terbesar lain penyebab kematian bayi antara lain merokok, minum-minuman keras, mengkonsumsi obat penenang dan "terlalu lelah".




Tanpa alasan tertentu, menurut FSID, bayi akan lebih aman bila berada ditempat tidurnya sendiri. Apalagi jika bayi terkondisi dilahirkan secara prematur dengan berat yang tak lebih dari 2.5 kg, tentu harus pisah ranjang karena cukup berisiko.

Direktur FSID, Joyce Epstein sebaiknya para orang tua memerlukan kesadaran untuk meningkatkan perhatian terhadap bahaya yang berhubungan dengan berbagi tempat tidur atau sofa dengan si bayi. Tidak mengapa jika menyusui di tempat tidur tapi jika Anda merokok baik ketika tidak ditempat tidur atau kemudian minum minuman berakohol. Anda harus benar-benar melindungi bayi anda dan taruh si bayi ditempat tidurnya untuk ditidurkan.

Sedangkan menurut Johnny Pollar petugas forensik di Manchester Inggris, kematian bayi disebabkan keluarga. Angka yang diperoleh pihaknya terkait kematian bayi yang disebabkan sofa dan tempat tidur begitu mencengankan. Orang tua harus menyadari bahwa tempat yang aman untuk bayi merupakan tempat berbahaya bagi si bayi.

Data Ahli Patologi Penyakit anak, Rumah Sakit Anak di Sheffield, Dr. Marta Cohen yang menunjukan dari 50 kasus kematian antara tahun 2004 dan 2007, 31 diantaranya merupakan kematian yang disebabkan oleh orang tua berbagi tempat tidur dengan si bayi.

Data konsultan Ahli Patologi Perninatal (Pasca Kelahiran) Rumah Sakit Victoria di Newcastle, Dr. Chris Wright diketahui dari 15 kasus kematian bayi antara tahun 2008 dan 2009, 7 diantaranya ditemukan ditempat tidur orang tua dan 2 kasus kematian terjadi di sofa. London juga mencatat data mencengangkan, dari 173 bayi meninggal direntang antara 2005 dan 2008, 85 diantaranya meninggal karena tidur bersama orang tua baik di tempat tidur atau sofa.

Diskusi dengan Ahli

Terkiat dengan solusi yang harus dilakukan orang tua, Universitas Kerajaan di Midwives menyatakan memberikan nasihat kepada para orang tua terhadap kasus kematian bayi di tempat tidur atau sofa tidak membantu. Menurut salah satu mahasiwa RCM, Cathy Warwick, adalah tragedi bagi orang tua ketika mereka turut andil pada kematian bayi. Penelitian untuk menanggulangi penyebab kematian bayi justru sangat penting. situasi orang tua yang menemani bayi tidur begitu kompleks dan berbagai nasihat untuk mencegah tentu tidak cukup membantu orang tua yang begitu menginginkan untuk tidur bersama bayi.

Cathy menyarankan agar para orang tua sebaiknya berpikir terlebih dahlu ketika ingin tidur bersama bayi mereka dan jika para orang tua berniat melakukan hal itu maka ada baiknya mereka mendisukusikan kepada ahlinya untuk membuat keputusan.

Banyak faktor yang turut andil terhadap keselamatan bayi ketika tidur seperti misal, praktek budaya, apakah si bayi sedang disusui, kemudian jenis tempat tidur apa yang digunakan dan dimana orang tua mengambil tempat ketika tidur.

Pengetahuan orang tua terhadap faktor penyebab tentu menjadi dasar para orang tua untuk mempertimbangkam siapa yang mendampingi bayi tidur dan menentukan arahan ketika berada ditempat tidur.

0 Response to "Tingginya Angka Kematian Bayi Akibat Berbagi Tempat Tidur"

Posting Komentar