SURAT KUASA UNTUK PERMINTAAN PATEN DI INDONESIA
POWER OF ATTORNEY FOR PATENT APPLICATION IN INDONESIA
Yang bertandatangan di bawah ini:
The undersigned :
Yang untuk keperluan urusan ini memilih tempat kedudukan tetap menurut Hukum pada kantor kuasa – kuasa Paten tersebut di bawah ini menerengkan dengan ini telah memberi kuasa kepada :
Electing domicile in this matter at the offices of the attorneys named hereafter declare(s) to authorize:
Untuk dengan bertindak baik bersama – sama maupun sendiri – sendiri dan atas nama penandatangan, mengajukan permintaan paten di Indonesia untuk :
To file in the name of the undersigned jointly as well as each separately- a Patent application in Indonesia for :
Untuk memberi kuasa kepada kantor Dirketorat Paten akan meminta keterangan – keterangan pada yang berwajib di luar negeri tentang negeri – negeri mana, dan saat – saat bilamana telah diajukan permintaan paten untuk penemuan yang sama itu, pun juga tentang keberatan – keberatan yang bersifat apapun juga yang diajukan terhadap permintaan paten tersebut ;
To authorized the Patent Office to make inquiries with the competent authorities as to the countries in which and the dates which patent applications for the same invention have been filed, and also as to the objections of any nature, raised against such applications ;
Untuk menyelesaikan surat – surat yang diperlukan dan menandatangani dan mengajukannya, dan jika perlu, memperbaiki, memisahkan, menambahi atau mencabutnya;
To prepare, to sign and to file the necessary documents, and if necessary, to amend, to divide off, to complete or to withdraw the application;
Untuk mengajukan permintaan supaya diperiksa permintaan paten; untuk mengahadap; untuk menuntut akan menuntut, akan melawan secara mengajukan memori – memori keberatan, apabila diadakan keputusan bahwa permintaan paten yang bersangkutan itu tidak akan diumumkan seluruhnya atau hanya sebagian saja atau paten yang diminta ditolak sama sekali, atau diluluskan hanya dalam keadaan telah berubah;
To make the request for examination of the subject patent application : if summoned to appear where this will prove to be necessary, to appeal by filing a notice of appeal if the application Departement has decided that the ientire application or prt if it shall not be published, or if the patent applied for has been granted at all or has been granted in part or in an modified from;
Untuk menjawab surat – surat permintaan, surat – surat keberatan dan memori – memori keberatan yang diajukan oleh orang lain dan selanjutnya melaksanakan segala pembayaran yang harus dibayar oleh dan dapat ditagih dari penanda tangan ini berdasar Undang – Undang Paten atau suatu Peraturan Pemerintah tentang Paten dan untuk menerima surat – surat dari kantor paten yang ditujukan kepada penandatangan; pendek kata untuk megerjakan segala sesuatu yang mungkin bisa, dapatatau harus dikerjakan sendiri oleh penanda tangan, adapun satu sama lain dengan berkuasa substitusi menurut syarat – syarat hokum dan dengan kewajiban penandatangan ini dengan menanggung ongkos yang bersangkutan.
To reply to petitions, notices of opposition and notices to appeal filed by third parties, further to make all payments which under the Patent Act or under the Patent Rules might be demanded from the undersigned and to received from the Patent Office all documents detined for the undersigned in short to do all that undersigned could, might or should have done, such with the power of substitution and on condition to payment.
Date : __________________________
Yang bertanda tangan :
Signature :
______________________________
(copyable and no legalization required)
Tampilkan postingan dengan label Contoh-contoh Karya Tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh-contoh Karya Tulis. Tampilkan semua postingan
SURAT PERMINTAAN DAN JAMINAN
Yang bertanda tangan dibawah ini :
N a m a :
Tempat / tanggal lahir :
Pekerjaan :
Penghasilan setahun : 12.000.000
Kewarganegaraan :
K. T. P. : 22.0503.55555.007
Paspor / Dokim :
Alamat / tempat tinggal :
Dengan hormat mengajukan permintaan sponsor untuk orang asing,
N a m a :
Kewarganegaraan :
No. Paspor :
Tempat / tanggal lahir :
Sebagai sponsor yang bertanggung jawab penuh atas segala :
1. Tingkah laku dari orang yang bersangkutan selama di Indonesia.
2. Biaya yang timbul akibat keberadaan orang asing yang bersangkutan sampai dengan pemulangan kenegara asal.
Demikian permintaan dan jaminan saya buat dengan sesungguhnya dan jika keterangan diatas tidak sesuai dengan kenyataan serta tidak memenuhi tanggung jawab, saya bersedia dituntut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
DSN/BR
([Sponsor Name])
Yang bertanda tangan dibawah ini :
N a m a :
Tempat / tanggal lahir :
Pekerjaan :
Penghasilan setahun : 12.000.000
Kewarganegaraan :
K. T. P. : 22.0503.55555.007
Paspor / Dokim :
Alamat / tempat tinggal :
Dengan hormat mengajukan permintaan sponsor untuk orang asing,
N a m a :
Kewarganegaraan :
No. Paspor :
Tempat / tanggal lahir :
Sebagai sponsor yang bertanggung jawab penuh atas segala :
1. Tingkah laku dari orang yang bersangkutan selama di Indonesia.
2. Biaya yang timbul akibat keberadaan orang asing yang bersangkutan sampai dengan pemulangan kenegara asal.
Demikian permintaan dan jaminan saya buat dengan sesungguhnya dan jika keterangan diatas tidak sesuai dengan kenyataan serta tidak memenuhi tanggung jawab, saya bersedia dituntut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
DSN/BR
([Sponsor Name])
Bab 1
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Ujian Akhir Nasional, dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi topik menarik menjelang pertengahan tahun / pergantian tahun ajaran. Setiap tahun selalu terjadi perubahan kebijakan dan standar nilai yang menjadi patokan akan lulus atau tidaknya seorang pelajar. Dan di setiap tahun pula peraturan-peraturan ini selalu menjadi pertentangan yang tergolong kontradiktif. Why? Yuk, kita liat pandangan fie tentang UAN dan kenapa banyak sekali kasus dimana para kalangan remaja melakukan contek-mencotek. Seringkali kita mendengar tentang solidaritas remaja yang kadang kala disalahartikan atau mungkin juga ini adalah dampak dari pergeseran nilai sosial sehingga para remaja sekarang mengartikan bahwa sikap solider itu adalah bagaimana kita membantu teman, baik itu dalam hal positif maupun negatif. Sikap solidaritas remaja dibagi menjadi dua hal, yaitu solidaritas yang positif dan solidaritas negatif, jika solidaritas ditanggapi secara positif oleh remaja sekarang maka dampaknya akan baik sekali untuk perkembangan kehidupan sosial mereka di masa yang akan datang. Tetapi jika sikap solidaritas ini sudah menyimpang dari arti yang sebenarnya inilah yang membuat sikap solidaritas itu sendiri menjadi negatif. Melihat fenomena ini kita juga sering melihat para siswa di sekolah misalnya pada saat ujian berlangsung mereka membantu temannya dengan cara memberikan jawaban dengan alasan bahwa itu merupakan sikap solider. Biasanya kalau kita tidak kasih jawaban sama temen yang Tanya kita dibilang pelit, tidak solider, padahal kita juga serba salah, gimana ya kalau gini kan artinya kita udah berbuat curang,
Bab II
Perilaku Menyontek Sebagai Sikap Menghadapi Ujian
1. Pengertian dan pembentukan sikap
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Sikap adalah “ perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pendirian Sikap yang dalam Bahasa Inggris disebut Attitude adalah segala suatu yang bereaksi terhadap suatu perangsang.
Dalam arti sempit sikap adalah pandangan atau kecenderungan mental. Menurut Bruno (1987), sikap (Attitude) adalah kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang. Sedangkan menurut Sherif ( 1956) mengartikan sikap dengan sejenis motif sosiogonis yang di peroleh melalui proses belajar. atau kemampuan internal yang berperan sekali mengambil tindakan, lebih – lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak dan bersedia beberapa alternatif. Sikap juga suatu individu-individu yang tidak hanya mempunyai gambaran mengenai objek dan subjek disekelilingnya, yang mempunyai perasaan terutama berkaitan erat dengan kebutuhan yang di miliki tiap-tiap individu.
Sikap pada aspek afektif merupakan aspek yang menentukan seseorang bertindak, karena kemauan atau kerelaan bertindaklah yang menentukan seseorang berbuat sesuai dengan sikap yang dimilikinya. Namun demikian aspek yang yang lainnya ikut mempengaruhinya.
Sikap dapat didefinisikan sebagai kesiapan sesorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal – hal tertentu Adapun pembentukan dan perubahan sikap dapat dilakukan melalui empat macam cara :
a Adopsi, yaitu kejadian – kejadian atau peristiwa yang terjadi berulang – ulang dan terus menerus lama kelamaan secara bertahap diserap ke dalam diri individu dan mempengaruhi pembentukan sikap.
b. Diferensiasi, yaitu dengan perkembangan intelegensi, bertambahnya pengalaman sejalan bertambahnya usia, maka ada hal yang tadinya dianggap sejenis, kemudian dipandang tersendiri lepas dari jenisnya.
c. Integrasi, yaitu pembentukan sikap, disini secara bertahap dimulai dari berbagai pengalaman yang berhubungan dengan suatu hal tertentu sehingga akhirnya berbentuk sikap mengenai hal tersebut.
d. Trauma, yaitu pengalaman yang tiba – tiba, mengejutkan, meninggalkan kesan mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan. Pengalaman yang traumatis dapat juga terbentuknya sikap.
Pembentukan sikap tidak terjadi demikian saja, melainkan melalui proses tertentu, melalui kontak sosial terus menerus antara individu dan individu dan orang di sekitarnya.
2. Pengertian Menyontek Dalam Pelaksanaan Ujian
Menyontek memiliki arti yang beraneka macam, akan tetapi biasanya dihubungkan dengan kehidupan sekolah, khususnya bila ada ulangan dan ujian. Biasanya usaha menyontek dimulai pada waktu ulangan dan ujian akan berakhir, namun demikian tidak jarang usaha tersebut telah dimulai sejak ujian dimulai.
Walaupun kata menyontek telah dikenal, sejak lama namun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tersebut tidak dapat ditemukan secara langsung, kata menyontek baru ditemukan pada kata jiplak menjiplak yaitu mencontoh atau meniru ( tulisan pekerjaan orang lain ).
Dalam Kamus Modern Bahasa Indonesia istilah menyontek memiliki pengertian yang hampir sama yaitu “ Tiru hasil pekerjaan orang lain”. Maka dapat disimpulkan menyontek dalam pelaksanaan ujian adalah mengambil jawaban soal – soal ujian dari cara – cara yang tidak dibenarkan dalam tata tertib ujian seperti : dari buku, catatan, hasil pemikiran temannya dan media lain yang kemudian disalin pada lembar jawaban ujian pada saat ujian berlangsung.
Faktor – faktor Penyebab siswa menyontek saat melaksanakan ujian dan ulangan antara lain adalah :
a. Tekanan yang terlalu besar yang diberikan kepada “hasil studi” berupa angka dan nilai yang diperoleh siswa dalam test formatif atau sumatif
b. Pendidikan moral baik di rumah maupun di sekolah kurang diterapkan dalam kehidupan siswa
c. Sikap malas yang terukir dalam diri siswa sehingga ketinggalan dalam menguasai mata pelajaran dan kurang bertanggung jawab
d. Anak remaja lebih sering menyontek dari pada anak SD, karena masa remaja bagi mereka penting sekali memiliki banyak teman dan populer di kalangan teman- teman sekelasnya
e. Kurang mengerti arti dari pendidikan
Dari beberapa faktor penyebab di atas, dapat dikatakan siswa memiliki masalah di sekolah dan konsep diri yang rendah. Maka sebagai guru agama berkewajiban memberikan motivasi siswa yang menyontek saat ujian dan ulangan dengan membiasakan bersikap jujur dalam setiap perbuatan yang dilakukan siswanya dan membangkitkan konsep percaya diri dan berusaha diri yang lebih baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam setiap kegiatan secara maksimal guru agama Islam dalam memahami masalah siswa, menurut Muhaimin dan Abd. Mujib adalah sebagai berikut:
1. Siswa bukanlah miniatur orang dewasa, ia mempunyai dunia sendiri sehingga metode belajar mengajar tidak boleh disamakan denagan orang dewasa.
2. Siswa mengikuti periode- periode perkembangan tertentu dan mempunyai pola perkembangan serta tempo dan iramanya. Implimintasi terhadap pendidikan adalah bagaimana menyesuaikan proses pendidiakn itu dengan pola dan tempo, serta irama dan perkembangan siswa itu sendiri.
3. Siswa memiliki kebutuhan dan menuntut untuk memenuhi kebutuhan itu semaksimal mungkin.
4. Siswa memiliki perbedaan antara individu – individu dengan individu yang lain, baik perbedaan yang disebabkan faktor endogen ( fitrah) maupun eksogen ( lingkungan) yang meliputi segi jasmani, intelegensi, sosial, bakat, minat dan lingkungan yang mempengaruhinya.
5. Siswa dipandang sebagai kesatuan sistem manusia ( cipta, rasa ,karsa).
6. Siswa merupakan objek pendidikan yang aktif dan kreatif serta produktif.
Bab III
Gambaran Pendidikan Indonesia
A. Dari Sisi Pemerintah
Standar nilai yang selalu mengalami peningkatan merupakan salah satu usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah maupun sekolah dasar. Tuntutan untuk memenuhi minimal jumlah maupun rata-rata nilai yang telah ditetapkan Departemen Pendidikan Nasional seharusnya memacu peserta didik untuk bersungguh-sungguh dalam memahami setiap mata pelajaran, sebuah tujuan utama dari diterapkan Sistem Pendidikan. Menyadarkan para siswa akan tanggung jawabnya sebagai peserta didik, yang kemudian justru dianggap sebagai beban berlebih sehingga menaikkan tingkat stress anak.
Kalau pada tahun-tahun sebelumnya jumlah anak yang mengerti akan tanggung jawab terhadap nilainya sendiri jauh lebih kecil daripada anak yang menganggap sekolah hanya sekedar kewajiban pulang dan pergi ke lembaga pendidikan formil sedari jam 7 pagi hingga pukul 2 siang (tanpa jaminan tetap menjejakkan kaki di dalam lingkungan sekolah pada jam-jam diantaranya). Atau pergi ke sekolah hanya untuk memamerkan jam tangan baru atau ringtone lagu-lagu terbaru yang sedang tren di kalangan remaja dengan tujuan menarik perhatian lawan jenisnya. Ya ampuun, pergaulan jaman sekarang..ck..ck..ck..
Tapi, apa iya sistem yang diterapkan itu cukup efektif? padahal ketersediaan sarana dan prasarana setiap sekolah dari ujung Sabang sampai Merauke masih sangat beragam? Mengapa harus menjadi syarat mutlak untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya? Alangkah lebih adil kalau ujian masuk disesuaikan dengan sekolah penerima masing-masing? seperti UMPTN / SPMB barangkali, atau pilihan ujian masuk yang terdiri dari berbagai tahapan untuk menilai semua kompetensi, tergantung orientasi masing-masing sekolah penerima, misalnya sekolah teknik tidak terlalu membutuhkan anak dengan kompetensi seni yang sangat tinggi sedangkan nilai fisikanya hampir mencapai nilai minimal.
B. Sekarang kita lihat dari sisi si Anak
Menjadi beban berlebih mungkin terasa sangat berat bagi kebanyakan anak sekolah yang terbiasa santai menghadapi angka-angka merah di rapotnya. Tetapi tidak jika si Anak sudah dilatih dengan terapi penanggulangan stress berlebih sejak dini. Maaf, saya mengambil contoh saat usia SMU dulu. Pendidikan SMU saya mungkin berbeda dengan kebanyakan sekolah negeri maupun swasta lainnya, kehidupan penuh tekanan. Namun di antara tekanan-tekanan tersebut, ada keinginan untuk meraih hasil terbaik di setiap mata pelajaran, bagi saya sekalipun yang harus mengikuti hampir setiap HER yang diadakan. Awalnya saya berpikir bahwa ini adalah mimpi buruk, berdiri di tengah-tengah para Superior dan harus ikut bersaing mendapatkan posisi terbaik, paling tidak untuk bertahan agar tidak terlalu memalukan.
Suasana belajar yang tidak pernah telat diabsen oleh setan kantuk, serta cara mengajar guru yang berbeda-beda, juga kondisi fisik dan mental yang dipaksa untuk tidak hanya memikirkan masalah nilai dan pelajaran formil, agaknya membentuk kami untuk merasa wajib bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bertanggung jawab terhadap masa depan yang ditentukan oleh kami sendiri.
Jangankan Ujian Nasional (dulu disebut EBTANAS), ulangan harian biasa saja harus dipaksa memeras otak sedemikian rupa demi menghindari Remidial atau pengulangan ujian bagi para siswa yang mendapat nilai kurang dari 6,00. Belum lagi pengawas ulangan superketat yang tidak mengizinkan sedikitpun kegiatan contek mencontek dan bekerja sama untuk mata pelajaran yang bersifat individu, apalagi mengingat ancaman terberat jika seorang siswa diketahui sedang mencontek atau melakukan tindakan tidak jujur lainnya, yaitu dikeluarkan dari sekolah.
Bandingkan dengan realitas masa kini yang mana saat Ujian Nasional berlangsung dihadapi dengan santai oleh peserta, cukup menunggu kiriman pesan singkat lima menit menjelang waktu ujian berakhir dan menyalin semua jawaban yang dikirimkan oleh “seorang oknum” dunia pendidikan yang menggadaikan masa depan ratusan peserta ujian demi puluhan juta rupiah tak berharga.
C. Dari Sisi Sekolah, Guru dan Orang Tua
Tak jarang hanya demi menjaga nama baik sekolah, agar terkesan memiliki kualitas pendidikan yang baik, pihak Sekolah melakukan berbagai upaya untuk mempertinggi persentase angka kelulusan. Memberikan les tambahan di luar jam pelajaran standar misalnya, sebuah usaha yang patut diacungi jempol ya kan?
Namun ketika pihak Sekolah telah kehabisan cara untuk mempertahankan kredibilitasnya sebagai sekolah terpandang, bisa jadi bukan hanya memperbolehkan peserta ujian untuk melakukan praktek-prektek ketidakjujuran, tetapi bahkan ikut membuka jalan agar siswa dengan mudah dapat memperoleh jawaban yang “belum tentu benar”, atau menyiapkan segepok lembar seratus ribuan yang diserahkan kepada sang pemberi jawaban.
Mirisnya lagi, sang dewa yang diagung-agungkan untuk memberi bocoran jawaban bukanlah orang yang jauh dari dunia pendidikan, bahkan mungkin personil tangguh dari jajaran tim akademis yang setiap hari selalu mengkoar-koarkan teori relativitas einstein atau struktur kalimat S-P-O-K. Okelah anda pintar, tapi perlukah sebegitu sombongnya dengan membuat anak didik menjadi pemalas?? Kalau saya seorang guru, tentu sangat terhina dengan tindakan pelecehan martabat terhadap profesi Guru, tindakan tadi sama saja mengartikan bahwa saya gagal menularkan ilmu yang saya miliki kepada para penerus kehidupan bangsa ya toh? *kecuali ilmu mencontek*, Naudzubillah..
Saya sering memikirkan mengenai kesadaran seorang Guru tentang esensi yang terkandung dalam profesi Guru yang sesungguhnya, yang maaf, akhir-akhir ini jarang dimiliki oleh beberapa Guru di Sekolah. Apakah iya, bekerja hanya untuk mencari uang? Ibu saya seorang Guru, beliau terkadang marah namun lebih sering bersikap sabar mengajari seorang anak kelas 1 yang sedang mencoba membaca dan menulis. Jangan diremehkan kemampuan mengajar beliau dalam bidang Sains, terbukti dalam beberapa kali penanganan persiapan ujian terhadap siswa kelas VI SD, nilai rata-rata kelasnya melonjak naik melebihi target. Kata Ibu “Seorang Guru itu mempunyai kepuasan tersendiri yang tidak terkira tatkala anak muridnya berhasil dan sukses”, lebih dari sekedar hampir dua juta rupiah yang diterimanya setiap bulan.
Dukungan Orang tua mempunyai peran penting terhadap kondisi psikologis si anak. Tuntutan yang terlalu berlebih kepada sang Anak justru semakin membuatnya merasa tertekan. Saya dulu, tidak pernah dituntut untuk mendapatkan nilai tertinggi atau paling tidak menduduki peringkat tiga besar di sekolah, bahkan ketika saya berada pada posisi ke-17 dari 22 siswa, saya tidak pernah sekalipun dimarah karna angka 9 hampir tidak pernah bertengger dalam Rapor SMU saya, alih-alih angka 6 yang semakin banyak menghiasi setiap mata pelajaran. Namun saya tidak lalu bertahan pada posisi yang sama, perubahan yang berjangka, itu yang saya alami semasa 3 tahun di SMU.
Peran orang tua juga sangat berpengaruh terhadap minat dan bakat Anak. Kalau si anak lebih menyukai Sejarah dan Sosiologi, lalu kenapa harus dipaksa masuk ke kelas IPA? Saya sendiri sangat kagum pada para Sosiolog, SEjarawan, maupun Sastrawan yang benar-benar setia di bidangnya. Profesi yang dikaitkan dengan hobi dan kesukaan tentunya lebih baik ya daripada sekedar tahu namun tidak suka.
Bab IV
Cara Mengatasi Perilaku Menyontek
Meskipun tenaga pengajar harus mengambil tindakan untuk mempertahankan dan mengembangkan pola perilaku dipihak siswa yang mendukung belajar disekolah, namun ia akan tetap dihadapkan pada perilaku yang menghambat dan di fromokasikan dengan siswa yang menganggu dan mengancam.
Pada saat ini, tidak dapat disangkal bahwa guru dikelas kerap ditantang untuk mengatasi tingkah laku sejumlah siswa yang deskruftif, lebih – lebih dikota besar. Gejala umum ini bersumber pada berbagai faktor penyebab,yaitu runtuhnya disiplin hidup bersama dalam masyarakat, menipisnya kesadaran dan tanggung jawab sosial banyak kalangan, suasana sekolah yang kurang memberikan kepuasan pada siswa, rasa ketertiban sebagai tenaga kependidikan dipihak sejulah guru yang mengendor. Guru sebagai orang terdekat dalam pembelajaran disekolah, memiliki tanggung jawab membimbing siswa. Tindakan guru pada umumnya dalam pelaksanaan ujian dan ulangan dengan memberikan penguatan dan peneguhan terhadap sikap dan perilaku mereka yang positif, dimana mereka berusaha sendiri menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tertib.
Namun bila tidak ada perilaku positif yang dapat diberikan penguatan dan peneguhan maka dibutuhakan pendekatan lain yaitu:
a. Cuing Promping, yaitu siasat memberikan tanda, guru menyajikan suatu perangsang yang berfungsi sebagai pemberitahuan bahwa siswa diharapkan berbuat sesuatu yang sebenarnya dapat mereka lakukan, tetapi belum dilakukan.
b. Model, yaitu guru memberikan model yang ditiru oleh siswanya.
c. Shaping, yaitu membuat tingkah laku secara berlahan – lahan, yaitu setiap tingkah laku siswa, seperti mengatur buku, menyapa guru atau teman, cara ini memerlukan kesabaran yang sangat dari guru.
Adapun tindakan kuratif guru, berlaku bagi siswa yang sudah terbiasa dengan contek mencontek, dengan memberikan peringatan . bentuk kongkrit dari peringatan dapat bermacam- macam, yaitu :
1. Teguran Verbal, yaitu mendekati siswa tertentu dengan berbicara suara kecil sehingga tidak terdengar oleh teman sekelas.
2. Mengambil suatu hal yang digemari atau disukai siswa, seperti mengikuti kegiatan tertentu atau menyerahkan benda yang dipegangnya.
3. Mengisolasi siswa dari teman – temannya untuk waktu tidak terlalu lama, seperti memindahkannya diruang kosong atau tempat yang jarang dilalui orang.
Jadi dari bentuk tindakan guru yang telah dipaparkan, guru dapat membantu siswanya untuk meninggalkan kebiasaan menyontek dalam ujian atau ulangan dengan berusaha.
a. Membentuk hubungan saling menghargai antara guru –siswa, serta menolong murid bertindak jujur dan tanggung jawab.
b. Membuat dan mendukung peraturan sehubungan dengan menyontek, karena siswa memahami peraturan dari tindakan guru.
c. Mengembangkan kebiasaan dan keterampilan belajar yang baik dan menolong siswa merencanakan, melaksanakan cara belajar siswa.
d. Tidak membiarkan siswa menyontek jika hal tersebut terjadi dalam kelas dengan teguran atau cara lain yang pantas dengan perbuatannya, sebagai penerapan disiplin.
e. Menekankan “ Belajar” lebih sekedar mendapat nilai, yaitu membantu siswa memahami arti belajar sebagai suatu tujuan mereka sekolah, dan nilai akan berarti bila murni dengan kemampuan siswa sendiri.
f. Bertanggung jawab merefleksikan “kebenaran dan kejujuran”, yaitu guru menjadikan diri sebagai teladan siswa dalam menanamkan nilai kebenaran dan kejujuran.
g. Menggunakan test subjektif sebagai dasar proses ulangan dan ujian.
Bab V
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan , menyikapi fenomena contek mencontek dikalangan para siswa sebenarnya kita bisa saja memutus rantai itu dengan menumbuhkan imej dari remaja tersebut bahwa kita bias solider dalam banyak tetapi dalam ujian tunggu dulu. kita kerja sendiri-sendiri, dengan sikap seperti itu maka diharapkan akan meminimalisasi contek menyontek di kalangan remaja. Tumbuhkan rasa percaya diri dengan merasa puas akan hasil kerja sendiri. Mengubah kebiasaan. Mungkin pada awalnya memang bukan hal gampang, tapi kalau kita memang meniatkan dalam hati, percaya deh, nggak ada satu hal apa pun yang nggak mungkin.
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Ujian Akhir Nasional, dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi topik menarik menjelang pertengahan tahun / pergantian tahun ajaran. Setiap tahun selalu terjadi perubahan kebijakan dan standar nilai yang menjadi patokan akan lulus atau tidaknya seorang pelajar. Dan di setiap tahun pula peraturan-peraturan ini selalu menjadi pertentangan yang tergolong kontradiktif. Why? Yuk, kita liat pandangan fie tentang UAN dan kenapa banyak sekali kasus dimana para kalangan remaja melakukan contek-mencotek. Seringkali kita mendengar tentang solidaritas remaja yang kadang kala disalahartikan atau mungkin juga ini adalah dampak dari pergeseran nilai sosial sehingga para remaja sekarang mengartikan bahwa sikap solider itu adalah bagaimana kita membantu teman, baik itu dalam hal positif maupun negatif. Sikap solidaritas remaja dibagi menjadi dua hal, yaitu solidaritas yang positif dan solidaritas negatif, jika solidaritas ditanggapi secara positif oleh remaja sekarang maka dampaknya akan baik sekali untuk perkembangan kehidupan sosial mereka di masa yang akan datang. Tetapi jika sikap solidaritas ini sudah menyimpang dari arti yang sebenarnya inilah yang membuat sikap solidaritas itu sendiri menjadi negatif. Melihat fenomena ini kita juga sering melihat para siswa di sekolah misalnya pada saat ujian berlangsung mereka membantu temannya dengan cara memberikan jawaban dengan alasan bahwa itu merupakan sikap solider. Biasanya kalau kita tidak kasih jawaban sama temen yang Tanya kita dibilang pelit, tidak solider, padahal kita juga serba salah, gimana ya kalau gini kan artinya kita udah berbuat curang,
Bab II
Perilaku Menyontek Sebagai Sikap Menghadapi Ujian
1. Pengertian dan pembentukan sikap
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Sikap adalah “ perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pendirian Sikap yang dalam Bahasa Inggris disebut Attitude adalah segala suatu yang bereaksi terhadap suatu perangsang.
Dalam arti sempit sikap adalah pandangan atau kecenderungan mental. Menurut Bruno (1987), sikap (Attitude) adalah kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang. Sedangkan menurut Sherif ( 1956) mengartikan sikap dengan sejenis motif sosiogonis yang di peroleh melalui proses belajar. atau kemampuan internal yang berperan sekali mengambil tindakan, lebih – lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak dan bersedia beberapa alternatif. Sikap juga suatu individu-individu yang tidak hanya mempunyai gambaran mengenai objek dan subjek disekelilingnya, yang mempunyai perasaan terutama berkaitan erat dengan kebutuhan yang di miliki tiap-tiap individu.
Sikap pada aspek afektif merupakan aspek yang menentukan seseorang bertindak, karena kemauan atau kerelaan bertindaklah yang menentukan seseorang berbuat sesuai dengan sikap yang dimilikinya. Namun demikian aspek yang yang lainnya ikut mempengaruhinya.
Sikap dapat didefinisikan sebagai kesiapan sesorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal – hal tertentu Adapun pembentukan dan perubahan sikap dapat dilakukan melalui empat macam cara :
a Adopsi, yaitu kejadian – kejadian atau peristiwa yang terjadi berulang – ulang dan terus menerus lama kelamaan secara bertahap diserap ke dalam diri individu dan mempengaruhi pembentukan sikap.
b. Diferensiasi, yaitu dengan perkembangan intelegensi, bertambahnya pengalaman sejalan bertambahnya usia, maka ada hal yang tadinya dianggap sejenis, kemudian dipandang tersendiri lepas dari jenisnya.
c. Integrasi, yaitu pembentukan sikap, disini secara bertahap dimulai dari berbagai pengalaman yang berhubungan dengan suatu hal tertentu sehingga akhirnya berbentuk sikap mengenai hal tersebut.
d. Trauma, yaitu pengalaman yang tiba – tiba, mengejutkan, meninggalkan kesan mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan. Pengalaman yang traumatis dapat juga terbentuknya sikap.
Pembentukan sikap tidak terjadi demikian saja, melainkan melalui proses tertentu, melalui kontak sosial terus menerus antara individu dan individu dan orang di sekitarnya.
2. Pengertian Menyontek Dalam Pelaksanaan Ujian
Menyontek memiliki arti yang beraneka macam, akan tetapi biasanya dihubungkan dengan kehidupan sekolah, khususnya bila ada ulangan dan ujian. Biasanya usaha menyontek dimulai pada waktu ulangan dan ujian akan berakhir, namun demikian tidak jarang usaha tersebut telah dimulai sejak ujian dimulai.
Walaupun kata menyontek telah dikenal, sejak lama namun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata tersebut tidak dapat ditemukan secara langsung, kata menyontek baru ditemukan pada kata jiplak menjiplak yaitu mencontoh atau meniru ( tulisan pekerjaan orang lain ).
Dalam Kamus Modern Bahasa Indonesia istilah menyontek memiliki pengertian yang hampir sama yaitu “ Tiru hasil pekerjaan orang lain”. Maka dapat disimpulkan menyontek dalam pelaksanaan ujian adalah mengambil jawaban soal – soal ujian dari cara – cara yang tidak dibenarkan dalam tata tertib ujian seperti : dari buku, catatan, hasil pemikiran temannya dan media lain yang kemudian disalin pada lembar jawaban ujian pada saat ujian berlangsung.
Faktor – faktor Penyebab siswa menyontek saat melaksanakan ujian dan ulangan antara lain adalah :
a. Tekanan yang terlalu besar yang diberikan kepada “hasil studi” berupa angka dan nilai yang diperoleh siswa dalam test formatif atau sumatif
b. Pendidikan moral baik di rumah maupun di sekolah kurang diterapkan dalam kehidupan siswa
c. Sikap malas yang terukir dalam diri siswa sehingga ketinggalan dalam menguasai mata pelajaran dan kurang bertanggung jawab
d. Anak remaja lebih sering menyontek dari pada anak SD, karena masa remaja bagi mereka penting sekali memiliki banyak teman dan populer di kalangan teman- teman sekelasnya
e. Kurang mengerti arti dari pendidikan
Dari beberapa faktor penyebab di atas, dapat dikatakan siswa memiliki masalah di sekolah dan konsep diri yang rendah. Maka sebagai guru agama berkewajiban memberikan motivasi siswa yang menyontek saat ujian dan ulangan dengan membiasakan bersikap jujur dalam setiap perbuatan yang dilakukan siswanya dan membangkitkan konsep percaya diri dan berusaha diri yang lebih baik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam setiap kegiatan secara maksimal guru agama Islam dalam memahami masalah siswa, menurut Muhaimin dan Abd. Mujib adalah sebagai berikut:
1. Siswa bukanlah miniatur orang dewasa, ia mempunyai dunia sendiri sehingga metode belajar mengajar tidak boleh disamakan denagan orang dewasa.
2. Siswa mengikuti periode- periode perkembangan tertentu dan mempunyai pola perkembangan serta tempo dan iramanya. Implimintasi terhadap pendidikan adalah bagaimana menyesuaikan proses pendidiakn itu dengan pola dan tempo, serta irama dan perkembangan siswa itu sendiri.
3. Siswa memiliki kebutuhan dan menuntut untuk memenuhi kebutuhan itu semaksimal mungkin.
4. Siswa memiliki perbedaan antara individu – individu dengan individu yang lain, baik perbedaan yang disebabkan faktor endogen ( fitrah) maupun eksogen ( lingkungan) yang meliputi segi jasmani, intelegensi, sosial, bakat, minat dan lingkungan yang mempengaruhinya.
5. Siswa dipandang sebagai kesatuan sistem manusia ( cipta, rasa ,karsa).
6. Siswa merupakan objek pendidikan yang aktif dan kreatif serta produktif.
Bab III
Gambaran Pendidikan Indonesia
A. Dari Sisi Pemerintah
Standar nilai yang selalu mengalami peningkatan merupakan salah satu usaha pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah maupun sekolah dasar. Tuntutan untuk memenuhi minimal jumlah maupun rata-rata nilai yang telah ditetapkan Departemen Pendidikan Nasional seharusnya memacu peserta didik untuk bersungguh-sungguh dalam memahami setiap mata pelajaran, sebuah tujuan utama dari diterapkan Sistem Pendidikan. Menyadarkan para siswa akan tanggung jawabnya sebagai peserta didik, yang kemudian justru dianggap sebagai beban berlebih sehingga menaikkan tingkat stress anak.
Kalau pada tahun-tahun sebelumnya jumlah anak yang mengerti akan tanggung jawab terhadap nilainya sendiri jauh lebih kecil daripada anak yang menganggap sekolah hanya sekedar kewajiban pulang dan pergi ke lembaga pendidikan formil sedari jam 7 pagi hingga pukul 2 siang (tanpa jaminan tetap menjejakkan kaki di dalam lingkungan sekolah pada jam-jam diantaranya). Atau pergi ke sekolah hanya untuk memamerkan jam tangan baru atau ringtone lagu-lagu terbaru yang sedang tren di kalangan remaja dengan tujuan menarik perhatian lawan jenisnya. Ya ampuun, pergaulan jaman sekarang..ck..ck..ck..
Tapi, apa iya sistem yang diterapkan itu cukup efektif? padahal ketersediaan sarana dan prasarana setiap sekolah dari ujung Sabang sampai Merauke masih sangat beragam? Mengapa harus menjadi syarat mutlak untuk masuk ke jenjang sekolah berikutnya? Alangkah lebih adil kalau ujian masuk disesuaikan dengan sekolah penerima masing-masing? seperti UMPTN / SPMB barangkali, atau pilihan ujian masuk yang terdiri dari berbagai tahapan untuk menilai semua kompetensi, tergantung orientasi masing-masing sekolah penerima, misalnya sekolah teknik tidak terlalu membutuhkan anak dengan kompetensi seni yang sangat tinggi sedangkan nilai fisikanya hampir mencapai nilai minimal.
B. Sekarang kita lihat dari sisi si Anak
Menjadi beban berlebih mungkin terasa sangat berat bagi kebanyakan anak sekolah yang terbiasa santai menghadapi angka-angka merah di rapotnya. Tetapi tidak jika si Anak sudah dilatih dengan terapi penanggulangan stress berlebih sejak dini. Maaf, saya mengambil contoh saat usia SMU dulu. Pendidikan SMU saya mungkin berbeda dengan kebanyakan sekolah negeri maupun swasta lainnya, kehidupan penuh tekanan. Namun di antara tekanan-tekanan tersebut, ada keinginan untuk meraih hasil terbaik di setiap mata pelajaran, bagi saya sekalipun yang harus mengikuti hampir setiap HER yang diadakan. Awalnya saya berpikir bahwa ini adalah mimpi buruk, berdiri di tengah-tengah para Superior dan harus ikut bersaing mendapatkan posisi terbaik, paling tidak untuk bertahan agar tidak terlalu memalukan.
Suasana belajar yang tidak pernah telat diabsen oleh setan kantuk, serta cara mengajar guru yang berbeda-beda, juga kondisi fisik dan mental yang dipaksa untuk tidak hanya memikirkan masalah nilai dan pelajaran formil, agaknya membentuk kami untuk merasa wajib bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bertanggung jawab terhadap masa depan yang ditentukan oleh kami sendiri.
Jangankan Ujian Nasional (dulu disebut EBTANAS), ulangan harian biasa saja harus dipaksa memeras otak sedemikian rupa demi menghindari Remidial atau pengulangan ujian bagi para siswa yang mendapat nilai kurang dari 6,00. Belum lagi pengawas ulangan superketat yang tidak mengizinkan sedikitpun kegiatan contek mencontek dan bekerja sama untuk mata pelajaran yang bersifat individu, apalagi mengingat ancaman terberat jika seorang siswa diketahui sedang mencontek atau melakukan tindakan tidak jujur lainnya, yaitu dikeluarkan dari sekolah.
Bandingkan dengan realitas masa kini yang mana saat Ujian Nasional berlangsung dihadapi dengan santai oleh peserta, cukup menunggu kiriman pesan singkat lima menit menjelang waktu ujian berakhir dan menyalin semua jawaban yang dikirimkan oleh “seorang oknum” dunia pendidikan yang menggadaikan masa depan ratusan peserta ujian demi puluhan juta rupiah tak berharga.
C. Dari Sisi Sekolah, Guru dan Orang Tua
Tak jarang hanya demi menjaga nama baik sekolah, agar terkesan memiliki kualitas pendidikan yang baik, pihak Sekolah melakukan berbagai upaya untuk mempertinggi persentase angka kelulusan. Memberikan les tambahan di luar jam pelajaran standar misalnya, sebuah usaha yang patut diacungi jempol ya kan?
Namun ketika pihak Sekolah telah kehabisan cara untuk mempertahankan kredibilitasnya sebagai sekolah terpandang, bisa jadi bukan hanya memperbolehkan peserta ujian untuk melakukan praktek-prektek ketidakjujuran, tetapi bahkan ikut membuka jalan agar siswa dengan mudah dapat memperoleh jawaban yang “belum tentu benar”, atau menyiapkan segepok lembar seratus ribuan yang diserahkan kepada sang pemberi jawaban.
Mirisnya lagi, sang dewa yang diagung-agungkan untuk memberi bocoran jawaban bukanlah orang yang jauh dari dunia pendidikan, bahkan mungkin personil tangguh dari jajaran tim akademis yang setiap hari selalu mengkoar-koarkan teori relativitas einstein atau struktur kalimat S-P-O-K. Okelah anda pintar, tapi perlukah sebegitu sombongnya dengan membuat anak didik menjadi pemalas?? Kalau saya seorang guru, tentu sangat terhina dengan tindakan pelecehan martabat terhadap profesi Guru, tindakan tadi sama saja mengartikan bahwa saya gagal menularkan ilmu yang saya miliki kepada para penerus kehidupan bangsa ya toh? *kecuali ilmu mencontek*, Naudzubillah..
Saya sering memikirkan mengenai kesadaran seorang Guru tentang esensi yang terkandung dalam profesi Guru yang sesungguhnya, yang maaf, akhir-akhir ini jarang dimiliki oleh beberapa Guru di Sekolah. Apakah iya, bekerja hanya untuk mencari uang? Ibu saya seorang Guru, beliau terkadang marah namun lebih sering bersikap sabar mengajari seorang anak kelas 1 yang sedang mencoba membaca dan menulis. Jangan diremehkan kemampuan mengajar beliau dalam bidang Sains, terbukti dalam beberapa kali penanganan persiapan ujian terhadap siswa kelas VI SD, nilai rata-rata kelasnya melonjak naik melebihi target. Kata Ibu “Seorang Guru itu mempunyai kepuasan tersendiri yang tidak terkira tatkala anak muridnya berhasil dan sukses”, lebih dari sekedar hampir dua juta rupiah yang diterimanya setiap bulan.
Dukungan Orang tua mempunyai peran penting terhadap kondisi psikologis si anak. Tuntutan yang terlalu berlebih kepada sang Anak justru semakin membuatnya merasa tertekan. Saya dulu, tidak pernah dituntut untuk mendapatkan nilai tertinggi atau paling tidak menduduki peringkat tiga besar di sekolah, bahkan ketika saya berada pada posisi ke-17 dari 22 siswa, saya tidak pernah sekalipun dimarah karna angka 9 hampir tidak pernah bertengger dalam Rapor SMU saya, alih-alih angka 6 yang semakin banyak menghiasi setiap mata pelajaran. Namun saya tidak lalu bertahan pada posisi yang sama, perubahan yang berjangka, itu yang saya alami semasa 3 tahun di SMU.
Peran orang tua juga sangat berpengaruh terhadap minat dan bakat Anak. Kalau si anak lebih menyukai Sejarah dan Sosiologi, lalu kenapa harus dipaksa masuk ke kelas IPA? Saya sendiri sangat kagum pada para Sosiolog, SEjarawan, maupun Sastrawan yang benar-benar setia di bidangnya. Profesi yang dikaitkan dengan hobi dan kesukaan tentunya lebih baik ya daripada sekedar tahu namun tidak suka.
Bab IV
Cara Mengatasi Perilaku Menyontek
Meskipun tenaga pengajar harus mengambil tindakan untuk mempertahankan dan mengembangkan pola perilaku dipihak siswa yang mendukung belajar disekolah, namun ia akan tetap dihadapkan pada perilaku yang menghambat dan di fromokasikan dengan siswa yang menganggu dan mengancam.
Pada saat ini, tidak dapat disangkal bahwa guru dikelas kerap ditantang untuk mengatasi tingkah laku sejumlah siswa yang deskruftif, lebih – lebih dikota besar. Gejala umum ini bersumber pada berbagai faktor penyebab,yaitu runtuhnya disiplin hidup bersama dalam masyarakat, menipisnya kesadaran dan tanggung jawab sosial banyak kalangan, suasana sekolah yang kurang memberikan kepuasan pada siswa, rasa ketertiban sebagai tenaga kependidikan dipihak sejulah guru yang mengendor. Guru sebagai orang terdekat dalam pembelajaran disekolah, memiliki tanggung jawab membimbing siswa. Tindakan guru pada umumnya dalam pelaksanaan ujian dan ulangan dengan memberikan penguatan dan peneguhan terhadap sikap dan perilaku mereka yang positif, dimana mereka berusaha sendiri menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tertib.
Namun bila tidak ada perilaku positif yang dapat diberikan penguatan dan peneguhan maka dibutuhakan pendekatan lain yaitu:
a. Cuing Promping, yaitu siasat memberikan tanda, guru menyajikan suatu perangsang yang berfungsi sebagai pemberitahuan bahwa siswa diharapkan berbuat sesuatu yang sebenarnya dapat mereka lakukan, tetapi belum dilakukan.
b. Model, yaitu guru memberikan model yang ditiru oleh siswanya.
c. Shaping, yaitu membuat tingkah laku secara berlahan – lahan, yaitu setiap tingkah laku siswa, seperti mengatur buku, menyapa guru atau teman, cara ini memerlukan kesabaran yang sangat dari guru.
Adapun tindakan kuratif guru, berlaku bagi siswa yang sudah terbiasa dengan contek mencontek, dengan memberikan peringatan . bentuk kongkrit dari peringatan dapat bermacam- macam, yaitu :
1. Teguran Verbal, yaitu mendekati siswa tertentu dengan berbicara suara kecil sehingga tidak terdengar oleh teman sekelas.
2. Mengambil suatu hal yang digemari atau disukai siswa, seperti mengikuti kegiatan tertentu atau menyerahkan benda yang dipegangnya.
3. Mengisolasi siswa dari teman – temannya untuk waktu tidak terlalu lama, seperti memindahkannya diruang kosong atau tempat yang jarang dilalui orang.
Jadi dari bentuk tindakan guru yang telah dipaparkan, guru dapat membantu siswanya untuk meninggalkan kebiasaan menyontek dalam ujian atau ulangan dengan berusaha.
a. Membentuk hubungan saling menghargai antara guru –siswa, serta menolong murid bertindak jujur dan tanggung jawab.
b. Membuat dan mendukung peraturan sehubungan dengan menyontek, karena siswa memahami peraturan dari tindakan guru.
c. Mengembangkan kebiasaan dan keterampilan belajar yang baik dan menolong siswa merencanakan, melaksanakan cara belajar siswa.
d. Tidak membiarkan siswa menyontek jika hal tersebut terjadi dalam kelas dengan teguran atau cara lain yang pantas dengan perbuatannya, sebagai penerapan disiplin.
e. Menekankan “ Belajar” lebih sekedar mendapat nilai, yaitu membantu siswa memahami arti belajar sebagai suatu tujuan mereka sekolah, dan nilai akan berarti bila murni dengan kemampuan siswa sendiri.
f. Bertanggung jawab merefleksikan “kebenaran dan kejujuran”, yaitu guru menjadikan diri sebagai teladan siswa dalam menanamkan nilai kebenaran dan kejujuran.
g. Menggunakan test subjektif sebagai dasar proses ulangan dan ujian.
Bab V
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan , menyikapi fenomena contek mencontek dikalangan para siswa sebenarnya kita bisa saja memutus rantai itu dengan menumbuhkan imej dari remaja tersebut bahwa kita bias solider dalam banyak tetapi dalam ujian tunggu dulu. kita kerja sendiri-sendiri, dengan sikap seperti itu maka diharapkan akan meminimalisasi contek menyontek di kalangan remaja. Tumbuhkan rasa percaya diri dengan merasa puas akan hasil kerja sendiri. Mengubah kebiasaan. Mungkin pada awalnya memang bukan hal gampang, tapi kalau kita memang meniatkan dalam hati, percaya deh, nggak ada satu hal apa pun yang nggak mungkin.

Untuk menganalisa secara ilmiah tentang gejala-gejala dan kejadian sosila budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedan berjalan atau bergeser kita memrlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangta perlu untuk menganalisa proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamik sosial (social dynamic).
Konsep-konsep penting tersebut antara lain internalisasi (internalization) , sosialisasi (socialization), dan enkulturasi (enculturation). Kemudian ada juga evolusi kebudayaan (cultural evolution) yang mengamati perkembangan kebudayaan manusia dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang semakin lama semakin kompleks. Serta juga ada difusi (diffusion) yaiu peneybaran kebudayaan secara geografi, terbawa oleh perpindahan bangsa-bangsa di muka bumi. Proses lain adalah proses belajar unsur-unsur kebudayaan asing oleh warga suatu masyarakat, yaitu proses akulturasi (acculturation) dan asimilasi (assimilation). Akhirnya ada proses pemabahruan atau inovasi (innovation), yang berhubungan erat dengan penemuan baru (discovery dan invention).
Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
Proses Internalisasi. Manusia mempunyai bakat tersendiri dalam gen-nya untuk mengembangkan berbagai mavam perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi kepribadiannya. Tetapi wujud dari kepribadiannya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimuli yang ada di sekitar alam dan lingkungan sosial dan budayanya.
Maka proses internalisasi yang dimaksud adalah proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal, dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala hasrat, perasaan, nafsu, serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
Proses sosialisasi. Proses ini bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Dalam proses itu seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekililingnya yag menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.
Proses Enkulturasi. Dalam proses ini seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Kata enkulturasi dalam bahas Indonesia juga berarti “pembudayaan”. Sorang individu dalam hidupnya juga sering meniru dan membudayakan berbagai macam tindakan setelah perasaan dan nilai budaya yang memberi motivasi akan tindakan meniru itu telah diinternalisasi dalam kepribadiannya.
Proses evolusi Sosial
Proses Microscopic dan Macroscopic Dalam Evolusi Sosial. Proses evolusi dari suatu masyarakat dan kebudayaan dapat dianalisa oleh seorang peneliti seolah-olah dari dekat secar detail (microscopic), atau dapat juga dipandang dari jauh hanya dengan memperhatiakn perubahan-perubahan yang besar saja (macroscopic). Proses evolusi sosial budaya yang dianalisa secara detail akan membuka mata seorang peneliti untuk berbagai macam proses perubahan yang terjadi dalam dinamika kehidupan sehari-hari dalam setiap masyarakat di dunia.
Proses-Proses Berulang dalam Evolusi Sosial Budaya. Proses ini mengenai suatu aktivitas dalam sebuah lingkunagn atau suata adat dimana aktivitas yang dilakukan terus berulang. Dan aktivitas yang dimaksud biasanya aktivitas yang menyimpang atau diluar kehendak prilaku. Namun pada suatu ketika dan sering terjadi aktivitas tersebut selalu berulang (recurent) dalam kehidupan sehari-hari disetiap masyarakat. Sampai akhirnya masyarakat tidak bisa mempertahankan adatnya lagi, karena terbiasa dengan penyimpangan-penyimpangan tersebut. Maka masyrakat terpaksa memberi konsesinya, dan adat serta aturan diubah sesuai dengan keperluan baru dari indibidu-individu didalam masyarakat.
Proses Mengarah dalam Evokusi Kebudayaan. Dengan mengambil jangka waktu yang panjang maka akan terlihat prubahan-perubahan besar yang seolah bersifat menentukan arah (dirctional) dari sejarah perkembangan masyarakat dan kebudayaan yang bersangkutan. Sebagai contoh misalnya tingkat kebudayaan manusia yang berawal dari Neolitik, kemudian berubah menjadi Mesoltk dan akhirnya berubah menuju Paleolitik.
Proses Difusi.
Peneyebaran Manusia. Ilmu Paleoantropologi memperkirakan bahwa manusia terjadi di daerah Sabana tropikal di Afrika Timur, dan sekarang makhluk itu sudah menduduki hampir seluruh permukaan bumi ini. Hal ini dapat diterangkan dengan dengan adanya proses pembiakan dan gerka penyebaran atau migrasi-migrasi yang disertai dengan proses adpatsi fisik dan sosial budaya.
Penyebaran Unsur-Unsur Kebudayaan. Bersamaan dengan penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi, turut pula tersebar unsur-unsur kebudayaan dan sejarah dari proses penyebaran unsur penyebaran kebudayaan seluruh penjuru dunia yang disebut proses difusi (diffusion). Salah satu bentuk difusi dibawa oleh kelompok-kelompok yang bermigrasi. Namun bisa juga tanpaadanaya migrasi, tetapi karena ada individu-individu yang membawa unsur-unsur kebudayaan itu, dan mereka adalah para pedagang dan pelaut.
Akulturasi dan Pembauran atau Asimilasi.
Akulturasi. Poses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan demikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan dioalh kedalm kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Asimilasi. Proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda. Kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan yang campuran.
Pembaruan atau Inovasi
Inovasi dan Penemuan. Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention.
Discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa suatu alat baru, ide baru, yang diciptakan oleh individu atau suatu rangkaian dari beberapa individu dalam masyarakat yang bersangkutan. Discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan baru itu.
Pendorong Penemuan Baru. Faktor-faktor pendorong bagi individu dalam suatu masyarakat untuk memulai dan mengembangkan penemuan-penemuan baru anatar lain :
1. Kesadaran para individu akan kekurangan dalam kebudayaan.
2. Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan.
3. Sistem perangsang bagi aktivitas mencpta dalam masyarakat.
Penelitian Terhadap Kebenaran Pemanasan Global
Bab IPendahuluan
A. Latar Belakang
Semenjak manusia pada jaman purbakala sampai dengan jaman sekarang, manusia telah mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya yang telah kita kenal dengan berbagai jaman seperti jaman meolitikum, neolitikum. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama perkembangan itu, manusia menjalani kehidupan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Dengan orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula.
Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami jaman revolusi industri yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang perindustrian. Dengan orientasi hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran perlahan-lahan. Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif.
Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia serta manusia dan kehidupannya.
Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang dilakukan dan telah berkembang pesat ini. Dampak negatif ini adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming. Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli lingkungan tersebut, namun masalah Global Warming ini tidaklah dapat dipungkiri untuk diteliti dan ditelaah lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.
Untuk itu, Karya Tulis yang dibuat ini akan memperlihatkan dan menjelaskan kebenaran mengenai masalah pemanasan Global ini dengan berdasarkan studi literature dari berbagai sumber yang terpercaya dan kompeten. Pembahasan dan penjelasan yang dilakukan pun akan ditinjau dari sudut pandang pihak yang pro dan pihak yang kontra. Dalam Karya Tulis ini pun akan menyajikan fakta-fakta yang memperkuat keberadaan masalah pemanasan Global ini.
B. Identifikasi Masalah
Timbulnya masalah pemanasan Global yang merupakan masalah lingkungan ini, telah menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam hubungannya dengan sebab, keberadaan dan efek atau dampak yang diakibatkan dari pemanasan Global tersebut. Pertanyaan-pertanyaan seputar masalah pemanasan Global ini dapat diuraikan seperti dalam beberapa point berikut:
1. Apakah pemanasan Global selalu memberi dampak buruk?
2. Apakah pemanasan Global akan meningkatkan frekuensi terjadinya badai?
3. Apakah penyebab terbesar dari terjadinya Global Warming adalah emisi manusia dari “efek rumah kaca” (“green house effect”)?
4. Apakah pemanasan Global akan menyebabkan peningkatan terjadinya banjir, kekeringan, pertumbuhan hama secara cepat dan peristiwa alam atau cuaca yang ekstrim?
5. Apakah emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran fosil merupakan penyebab terbesar dari perubahan cuaca?
6. Apakah ada keuntungan potensial yang dapat diakibatkan dari peningkatan temperatur?
Pemanasan Global ini mengakibatkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. Tanpa adanya pemanasan Global, tidak akan ada kehidupan di dunia, karena suhu di bumi yang rendah dan manusia tidak akan bisa hidup dalam kondisi suhu yang rendah. Pemanasan Global telah meningkatkan suhu bumi sampai suhu rata-ratanya mencapai 60 Fahrenheit. Namun, pemanasan Global menjadi permasalahan dan yang masih menjadi perdebatan ketika konsentrasi gas efek rumah kaca dalam atmosfir mengalami peningkatan. Akankah kondisi peningkatan konsentrasi gas ini menjadi permasalahan yang harus mendapat perhatian lebih?
C. Perumusan Masalah
Dimulai dari jaman revolusi industri, konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfer telah meningkat hampir sebesar 30 %, konsentrasi gas metan meningkat hampir dua kali lipat, dan konsentrasi NO2 berkurang sekitar 15 %. Peningkatan gas-gas ini menyebabkan kemampuan atmosfer untuk menahan panas menjadi lebih besar. Sulfat aerosol, yaitu polutan udara yang umum ditemui, mendinginkan atmosfer dengan merefleksikan kembali radiasi cahaya dari matahari ke luar angkasa. Tetapi senyawa sulfat ini mempunyai siklus umur yang pendek di atmosfer.
Mengapa konsentrasi gas efek rumah kaca dapat meningkat? Para ilmuwan berasumsi bahwa pembakaran dari bahan bakar fosil dan beberapa aktifitas manusia yang memicu dan menjadi penyebab utama meningkatnya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer. Respirasi dari tanaman dan proses dekomposisi bahan organic melepaskan karbon diokasida sepuluh kali lebih banyak dari yang mampu dihasilkan oleh aktifitas manusia, tetapi selama berabad-abad pelepasan karbon diokasida ini diimbangi dengan penyerapan karbon dioksida oleh vegetasi terestial dan laut.
Yang menyebabkan keseimbangan ini terganggu adalah adanya pelepasan tambahan yang disebabkan oleh aktifitas manusia. Bahan bakar fosil dibakar sebagai sumber energi untuk menggerakan hampir seluruh peralatan manusia. Meningkatnya kegiatan agricultural, penggundulan hutan, dibukanya area kosong sebagai tempat pembuangan, produksi industri, dan pertambangan juga meningkatkan emisi dengan bagian yang cukup signifikan.
Untuk meramalkan tingkat emisi yang akan terjadi di masa depan merupakan suatu tugas yang sulit, karena hal itu bergantung kepada keadaan demografi, ekonomi, teknolofi, peraturan dan perkembangan institusi. Beberapa peramalan telah dilakukan, dan hasilnya memproyeksikan bahwa pada tahun 2100, konsentrasi karbon dioksida akan meningkat sebesar 30% hingga 150% dari jumlah sekarang.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan secara umum dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh manakah pemanasan Global ini telah terjadi? dan penyebab pastinya apa? Semua ini masih merupakan tanda Tanya bagi manusia. Karena sampai sekarang manusia belum mendapatkan penyebab pasti dari pemanasan Global ini dan manusia juga mau mencari kebenaran mengenai efek dari pemanasan Global yang akan dialami oleh manusia sendiri, makhluk hidup maupun lingkungan di sekitarnya. Jika pemanasan Global ini terjadi maka efek yang ditimbulkan bukan hanya di alami oleh manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup di sekitarnya, seperti meningkatnya suhu di permukaan bumi menyebabkan kekeringan, dengan demikian akibat dari kekeringan ini selain dialami manusia juga oleh hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan akan menjadi layu karena kekurangan air atau dan sebagainya. Oleh karena itu melalui penelitian ini diharapkan agar manusia dapat lebih mencegah aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan Global seperti mengadakan kegiatan rumah kaca, pembakaran zat-zat yang dapat menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat, dan lain-lain.
E. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat-manfaat yang dapat kita peroleh dari penelitian pemanasan Global ini adalah :
• Untuk mengetahui secara jelas apakah itu pemanasan Global ?
• Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan Global
• Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun makhluk hidup dan lingkungan di sekitarnya.
• Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan Global
• Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasan Global tersebut.
Bab II
Kerangka Teori
A. Pengertian
Sebagai permulaan Karya Tulis ini dan untuk memudahkan pengertian dan persamaan persepsi dalam identifikasi teori dan pembahasan selanjutnya. Berikut akan diuraikan mengenai pengertian berbagai terminology yang digunakan.
1. Pengertian Global Warming atau Pemanasan Global
Global Warming secara harfiah diterjemahkan sebagai pemanasan Global. Terjadinya pemanasan Global di bumi dimulai dari kenyataan bahwa energi panas yang dipancarkan berasal dari matahari yang masuk ke bumi menciptakan cuaca dan iklim serta panas pada permukaan bumi secara Global.
2. Pengertian Green House Effect atau Efek Rumah Kaca
Kondisi yang menyerupai akibat yang ditimbulkan dalam rumah kaca terjadi pula dalam bumi ini, yaitu terperangkapnya energi dalam permukaan bumi oleh konsentrasi gas-gas dalam lapisan atmosfir. Pada kenyataannya, pemanasan Global merupakan peningkatan suhu bumi secara bertahap sebagai akibat dari peningkatan konsentrasi gas efek rumah kaca dalam lapisan luar atmosfir. Dan ketika bumi meradiasikan kembali energi yang diterimanya ke luar angkasa, sebagian dari energi matahari yang masuk ke bumi, terperangkap dalam permukaan bumi akibat terhalang oleh gas-gas dalam atmosfir seperti uap air dan karbon dioksida.
3. Pengertian Perubahan Cuaca
Peningkatan konsentrasi gas pada lapisan atmosfir telah mempercepat perubahan rata-rata cuaca. Sejak abad 19 yang lalu sampai dengan abad 20, temperatur permukaan bumi telah mengalami peningkatan 0.5 – 1.0 F. Dan perkiraan peningkatan suhu permukaan bumi rata-rata menurut para ahli akan mencapai 1-4.5 F atau 0.6-2.5 C dalam 50 tahun mendatang tergantung pada wilayah di bumi.Pembuktiannya terlihat dalam perubahan kondisi nyata yang terjadi dengan mancairnya salju pada Northern Hampshire dan menurunnya es apung pada Samudra Arktik.
Secara Global, permukaan laut telah mengalami kenaikan lebih dari 4-8 inchi pada abad lalu. Penguapan yang terjadi pada dunia telah meningkat sekitar 1% dan frekuensi terjadinya hujan pun telah meningkat.
Gas-gas ditimbulkan dari berbagai macam kegiatan manusia, seperti kegiatan dalam perindustrian dan pembakaran, akan terkonsentrasi dalam atmosfir dan akan menyebabkan terperangkapnya energi matahari yang masuk ke dalam bumi. Energi yang tidak teradiasi ini sama kondisi dengan yang terjadi pada rumah kaca, sehingga energi tersebut akan tetap tersimpan dalam permukaan bumi dan menyebabkan pemanasan Global pada permukaan bumi.
B. Penelitian yang Relevan
Untuk menyusun Karya Tulis ini, penulis mengambil referensi dari penelitian yang telah dilakukan oleh berbagai pihak yang memang memiliki keahlian yang relevan, terutama dalam topik ini adalah para pemerhati dan peneliti lingkungan. Berbagai penelitian telah dilakukan secara internasional, karena memang masalah ini menyangkut manusia secara keseluruhan, jadi tidak terbatas oleh negara dan ras.
Sebagai pemicu untuk memulai penelitian, ada beberapa pertanyaan yang harus dicari jawabannya dalam penelitian yang akan dilakukan. Berikut ini adalah pertanyaan kunci yang melandasi penelitian tersebut:
• Apa itu pemanasan Global?
• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global benar-benar terjadi? Dan seberapa besar tingkat kepercayaan dan keakuratan dari bukti-bukti tersebut?
• Apa efek-efek yang dibawa oleh pemanasan Global?
• Apa bukti-bukti yang menyatakan bahwa pemanasan Global kemungkinan disebabkan oleh gas-gas efek rumah kaca?
• Apa yang dapat dan harus dilakukan berkenaan dengan pemanasan Global, apabila hal ini memang terjadi dan disebabkan oleh polutan-polutan di uadara dan emisi?
• Dan apabila pemanasan Global tidak terjadi, apakah ada alasan lain untuk mengendalikan emisi polutan yang terjadi pada atmosfer bumi?
Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia akan dijelaskan di bawah ini:
1. Pada tanggal 26/04/2002, Para ilmuwan menyatakan temperatur Global selama 3 bulan pertama di tahun 2002 telah mengalami peningkatan, dan lebih tinggi dari temperatur yang pernah dicapai buni dalam 1000 tahun terakhir. Penelitian ini dimotori oleh Dr. Geoff Jenkins, direktur UK government’s Hadley Centre yang khusus meneliti dan memprediksikan perubahan iklim dunia.
2. Pada tanggal 24/12/1999, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, James Baker, sekretaris dari U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration, bersamaa dengan Peter Ewins, ketua dari British Meteorological Office, memperingatkan bahwa iklim dunia berubah dengan cepat, dan manusia harus segera menindaki perubahan ini dengan mencoba untuk mengurangi emisi karbon dioksida ke udara.
3. Pada tanggal 01/03/1999, American Geophysical Union, suatu badan keilmuan internasional yang membawahi sekitar tiga puluh lima ribu ilmuwan yang mengkhususkan diri pada penelitian tentang Bumi dan planet-planet mengeluarkan pernyatan yang berani mengenai perubahan iklim dan hubungannya dengan gas-gas efek rumah kaca. Pernyataan ini dikeluarkan setelah mengadakan serangkaian penelitian mengenai pemanasan Global.
4. Pada tanggal 17/01/2002, didapatkan data dari statelit dari hasil penelitian yang dilakukan oleh NASA di Langley Research Centre, yang membantah pernyataan Richard Lindzen, seorang skeptis, yang menyatakan bahwa pengurangan jumlah awan di daerah tropis akan menyebabkan pendinginan terhadap bumi dan mengatasi pemanasan Global yang mungkin terjadi. Hasil penelitian NASA menunjukkan bahwa awan-awan ini akan memperkuat efek rumah kaca, dan memicu terjadinya pemanasan Global.
5. Pada tanggal 18/12/2001, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Organisasi Meteorologi Dunia memperingatkan bahwa temperatur Global mengalami peningkatan tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan waktu-waktu lalu.
D. Hipotesis
• Pemanasan Global memang benar-benar ada.
• Pemanasan Global telah lama terjadi.
• Pemanasan Global terjadi karena gas-gas yang dihasilkan seperti Co2,No2, dan lain-lain.
• Adanya gas-gas seperti Co2 dan No2 menyebabkan radiasi sinar matahari yang sampai ke bumi terperangkap karena efek rumah kaca.
• Adanya pemanasan Global menyebabkan suhu di permukaan bumi semakin lama semakin meningkat.
• Dari penelitian yang telah dilakukan sejumlah ilmuwan, pemanasan Global membawa dampak negatif bagi bumi.
Assalamualaikum Wr Wb.
Salam Sejahtera untuk kita semua
- Yang terhormat Ketua TP PKK Kecamatan Taman Sari Ibu Inad Rustam SE
- Yang terhormat Ketua TP PKK Kelurahan beserta jajarannya.
- Yang terhormat Ketua tim PKK RW dan para kader sekecamatan Taman Sari
- Hadirin Hadirat yang saya cintai
1. Pada hari ini Rabu 4 Februari 2009 dalam acara pertemuan rutin sekaligu arisan, yang dilaksanakan setiap sebulan sekali di ruang PKK kecamatan Taman Sari. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, karena atas berkah dan rahmatnya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat.
2. Mengawali acara pada pagi hari ini, marilah kita bersama-sama menyanyikan lagu mars PKK, yang akan dipandu oleh ibu Rustini.
- Kepada hadirin di mohon untuk berdiri
- Terima Kasih hadirin dipersilahkan duduk kembali
3. Acara yang pertama yaitu Demo Masak dari kelurahan Tangki
4. Untuk acara selanjutnya yaitu sambutan dan perkenalan ketua TP PKK Kelurahan Tangki yang baru Ibu Murni Hasyim selaku panitia acara, waktu dan tempat dipersilahkan
- Terima Kasih atas sambutannya
- Untuk diketahui bahwa ketua TP PKK Kelurahan Tangki yang lama yaitu Siti Awaliyah telah berpindah tugas mengikuti Bapak Lurah Mas’ud Effendi ke Kelurahan Joglo Kecamatan Kembangan.
5. Acara berikutnya yaitu mendengarkan pengarahan sekaligus bimbingan dari Ketua TP PKK kecamatan Taman Sari Ibu Inad Rustam SE dipersilahkan.
- Terima Kasih
Semoga semua yang disampaikan oleh Ibu Camat dapat membuat kita lebih maju ke depan dalam segala hal.
6. Selanjutnya adakah acara yang telah ditunggu-tunggu oleh kita sekalian yaitu pengocokan arisan.
7. Untuk lebih khidmatnya acara ini marilah kita bersama-sama membacakan doa yang akan dipimpin oleh Ustadzah Hj. Sukmanah. Kepadanya dipersilahkan. Terima Kasih mudah-mudahan kita selalu dalam lindungan Allah swt
8. Demikianlah Acara pada pagi hari ini saya sebagai pembawa acara mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada kata-kata dan ucapan saya yang salah
9. Kesempurnaan adalah milik Allah Kekurangan adalah milik saya sebagai makhluk ciptaannya.
10. Saya akhiri dengan wabilahi taufik wal hidayah wassalamualaikum Wr Wb
Salam Sejahtera untuk kita semua
- Yang terhormat Ketua TP PKK Kecamatan Taman Sari Ibu Inad Rustam SE
- Yang terhormat Ketua TP PKK Kelurahan beserta jajarannya.
- Yang terhormat Ketua tim PKK RW dan para kader sekecamatan Taman Sari
- Hadirin Hadirat yang saya cintai
1. Pada hari ini Rabu 4 Februari 2009 dalam acara pertemuan rutin sekaligu arisan, yang dilaksanakan setiap sebulan sekali di ruang PKK kecamatan Taman Sari. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt, karena atas berkah dan rahmatnya kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat.
2. Mengawali acara pada pagi hari ini, marilah kita bersama-sama menyanyikan lagu mars PKK, yang akan dipandu oleh ibu Rustini.
- Kepada hadirin di mohon untuk berdiri
- Terima Kasih hadirin dipersilahkan duduk kembali
3. Acara yang pertama yaitu Demo Masak dari kelurahan Tangki
4. Untuk acara selanjutnya yaitu sambutan dan perkenalan ketua TP PKK Kelurahan Tangki yang baru Ibu Murni Hasyim selaku panitia acara, waktu dan tempat dipersilahkan
- Terima Kasih atas sambutannya
- Untuk diketahui bahwa ketua TP PKK Kelurahan Tangki yang lama yaitu Siti Awaliyah telah berpindah tugas mengikuti Bapak Lurah Mas’ud Effendi ke Kelurahan Joglo Kecamatan Kembangan.
5. Acara berikutnya yaitu mendengarkan pengarahan sekaligus bimbingan dari Ketua TP PKK kecamatan Taman Sari Ibu Inad Rustam SE dipersilahkan.
- Terima Kasih
Semoga semua yang disampaikan oleh Ibu Camat dapat membuat kita lebih maju ke depan dalam segala hal.
6. Selanjutnya adakah acara yang telah ditunggu-tunggu oleh kita sekalian yaitu pengocokan arisan.
7. Untuk lebih khidmatnya acara ini marilah kita bersama-sama membacakan doa yang akan dipimpin oleh Ustadzah Hj. Sukmanah. Kepadanya dipersilahkan. Terima Kasih mudah-mudahan kita selalu dalam lindungan Allah swt
8. Demikianlah Acara pada pagi hari ini saya sebagai pembawa acara mohon maaf yang sebesar-besarnya, jika ada kata-kata dan ucapan saya yang salah
9. Kesempurnaan adalah milik Allah Kekurangan adalah milik saya sebagai makhluk ciptaannya.
10. Saya akhiri dengan wabilahi taufik wal hidayah wassalamualaikum Wr Wb
Oleh : M. Musa
Bukan main. Meski panggung politik di Iran dalam tiga tahun terakhir ini tak pernah sepi dari polemik dan cek-cok antara kelompok kanan yang dicap konservatif dan kiri yang disebut reformis, perhatian segenap segmen masyarakat dan elemen kekuasaan di Iran ternyata masih tajam mengawasi gerak gerik musuh besar Islam, AS dan Israel. Walaupun tak segemuruh krisis politik di Indonesia, rivalitas antar elit politik di Iran kadang sampai membuat gamang para simpatisan Iran di dalam dan di luar negeri. Betapa tidak, apa yang terjadi di Indonesia juga pernah terjadi di Iran. Pengerahan massa relawan untuk menghadapi massa mahasiswa yang reformis dan saling tuduh berbuat makar antar elit politik juga pernah terjadi di negeri Mullah ini. Entah bagaimana, konflik seperti itu satu demi satu reda sebelumnya menyusul konflik lainnya di kemudian hari. Dan isu yang sekarang masih ada adalah penangkapan beberapa orang-orang yang didakwa pelaku makar atau bughat (menurut istilah yang baru dipopularkan para kiai NU) oleh kelompok kanan yang menguasai instansi-instansi hukum (yudikatif), sementara kelompok kiri yang menguasai ekskutif dan legislatif menganggapnya sebagai move politik menjelang pemilihan presiden, meski para tersangka itu bukan fungsionaris partai-partai mereka.
Uniknya, konflik internal itu ternyata tak membuat perhatian mereka buyar di depan gerak-gerik musuh Iran yang juga mereka pastikan sebagai musuh Islam. Tak kurang, angkatan bersenjata Iran yang konon masih kekanan-kananan belum lama ini menghajar basis-basis kelompok oposisi Iran Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) di Irak dengan puluhan rudal Scud yang pernah populer pada Perang Teluk awal tahun 90-an. Semua fraksi politik di Iran menyetujui serangan terhadap kelompok yang disepakati sebagai organisasi teroris dan pengkhianat bangsa itu, meski serangan itu terpaksa melanggar wilayah teritorial Irak dan membuat rezim Bagdad geram.
Kini,
giliran parlemen Iran Majlis Syura Islam, yang kiri, reformis, dan kerap dianggap lunak dan kompromistis di depan musuh, itu bikin hajatan yang jauh lebih besar, hajatan yang mematok harga mati berupa resistensi dan bahkan perang untuk Israel dan AS. Hajatan yang entah menelan biaya berapa juta dolar ini mendatangkan para delegasi dari seluruh negara-negara Islam, termasuk Indonesia dan Malaysia, untuk sebuah konferensi akbar, selain juga melibatkan para pimpinan dari seluruh fraksi pejuang Palestina. Dari Indonesia hadir para Ketua Fraksi DPR RI. Tujuan hajatan berupa International Conference on Palestinian Intifada ini tak tanggung-tanggung; memobilisasi bangsa-bangsa muslim untuk bersatu menghabisi Israel yang dibeking AS. Caranya ialah dengan membantu secara lebih kongkret para pejuang anti Zionisme yang berada di front terdepan, khususnya rakyat Palestina, dan mungkin juga milisi Islam Hizbullah di Libanon, setelah KTT Arab di Amman, Jordania, beberapa waktu lalu tidak membuahkan hasil yang memuaskan para pejuang Palestina.
Banyak yang mengharapkan konferensi ini bisa membuahkan hasil kongkret yang menambah ketegaran intifadah Palestina. “Kita jangan hanya bisa mengobral kata-kata.” Tandas DR. Nur Iskandar Alberson, pembicara dari Indonesia yang fasih membacakan teks makalah berbahasa Arab di podium.
Di lain pihak, Jubir Deplu AS Philipe Reeker, seperti dilaporkan United Press dari New York, saat menanggapi isi pidato peresmian Konferensi Teheran memastikan akan mencatat nama-nama organisasi dan negara yang menghadiri konferensi ini dalam daftar dan laporan tahunan AS mengenai para pendukung terorisme. Laporan ini dijadwalkan akan keluar pekan depan.
Konferensi yang sudah diupayakan gagal oleh Washington dan Tel Aviv ini dimulai hari Selasa 24 April 2001 di Teheran dan dibuka dengan Pidato Rahbar alias Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei. Berikut ini adalah hasil terjemahannya:
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي من علينا بهداية الاسلام و شرع لنا الجهاد الذي هو باب من ابواب الجنه فتحه الله لخاصه اوليائه ، وسبحان الذي اسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المسجد الاقصي الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا انه هو السميع البصير، والصلاه والسلام علي نبيه البشير النذير محمد وآله الطاهرين الطيبين وصحبه المنتجبين، والسلام عليكم ورحمه الله وبركاته
Saya ucapkan selamat datang kepada hadirin sekalian; para pimpinan dan delegasi parlemen dari negara-negara Islam, para pemimpin fraksi-fraksi mujahid, para pejuang front terdepan pertahanan Islam, dan para tamu undangan sekalian. Semoga rahmat dan hidayah Ilahi senantiasa tercurah kepada anda sekalian.
Keputusan untuk menyelenggarakan konferensi sedemikian ini adalah sesuatu yang penuh berkah dan insyaallah akan dapat membuahkan hasil-hasil yang positif dan konstruktif dalam upaya memobilisasi masyarakat Islam untuk menyokong kebangkitan rakyat muslim Palestina. Pertemuan ini praktis membuktikan bahwa Palestina adalah masalah keislaman dan berkaitan dengan seluruh Dunia Islam. Pendudukan terhadap palestina adalah salah satu pilar konspirasi terkutuk kaum imperialis dunia dimana dulunya adalah Inggris dan sekarang AS-lah yang tampil untuk merongrong dan meremukkan Dunia Islam.
Musuh-musuh Islam selalu berusaha menampilkan klasifikasi kebangsaan demi mencegah persatuan umat Islam dan agar mereka bisa menguasainya. Pada awal-awal pendudukan Palestina, para ulama mujahid termasuk Syaikh Izzuddin Qasam dan Haji Amin AlHusaini telah meminta bantuan umat Islam untuk menyelamatkan Palestina, dan sang marji' besar AlMarhum Mohammad Husain AlKashif AlGhita' juga telah mengeluarkan perintah (hukum) jihad melawan kaum Zionis. Sayangnya, corak keislaman perjuangan ini kemudian melemah dan yang menguat malah corak kebangsaan.
Kemenangan revolusi Islam di Iran dibawah pimpinan Imam Khomaini, sosok cemerlang dari keturunan Nabi Besar Mohammad SAWW, telah memainkan peranan fundamental dalam proses kebangkitan Islam di seantero dunia, khususnya negara-negara regional. Kemenangan umat Islam dalam konfrontasi yang secara kasat mata tidaklah seimbang melawan musuh di Libanon Selatan adalah satu indikator baru tentang kesolidan dan kebenaran perjuangan Islam, serta merupakan satu penegasan bahwa jika umat Islam bertumpu kepada janji Allah dan berjuang demi Allah maka kemenangan adalah merupakan satu kepastian bagi mereka.
Kemenangan resistensi Islam yang begitu memukau di Libanon Selatan, dan dari sisi lain kekandasan prakarsa-prakarsa damai secara memalukan adalah salah satu pelajaran bagi masyarakat regional sehingga warga muslim Palestina-pun kembali tergiur kepada intifadah. Senandung perdamaian yang sekarang kembali didengungkan di dalam Palestina dan kawasan sekitarnya tidak mempengaruhi warga Palestina yang tabah dan gagah berani. Mereka bertekad untuk melanjutkan perjuangan hingga tercapainya kemenangan, isnyaallah. Sebab, intifadah yang pertama terhenti lantaran terbuai oleh doktrin-doktrin kaum Zionis dan para pendukungnya dengan janji-janji bahwa konsesi-konsesi seperti yang dikehendaki bangsa Palestina bisa diraih melalui perdamaian, selain juga lantaran infiltrasi para pemrakarsa perdamaian serta tekanan AS dan Barat. Namun, 10 tahun kemudian terbukti bahwa seluruh sepak terjang para pendukung Zionisme di dunia ternyata hanya bertujuan menyelamatkan Rezim Israel dari tekanan perjuangan umat Islam, dan bahwa apa yang dijanjikan kepada para perunding Palestina ternyata tak lebih dari genangan fatamorgana.
Aksi pendudukan, ekspansi, dan keganasan yang diperagakan Israel sekarang ini sebenarnya sudah bisa diprediksikan sebelumnya oleh kalangan cerdik pandai dan mereka yang peka di tengah masyarakat Islam. Sejak awal terbentuknya Israel, Rezim perampas dan pembohong ini selalu melanggar hak-hak warga muslim Palestina. Pelanggaran ini lantas dijustifikasi dan didukung oleh sebagian negara Barat, khususnya AS, sementara lembaga-lembaga internasional pun juga ikut menjustifikasinya sambil berusaha melegitimasi status dan agresi Israel.
Bumi Palestina dan Baitul Maqdis selalu menjadi obyek keserakahan sebagian negara Barat. Keserakahan mereka terhadap tanah suci ini terbukti dari pemaksaan Perang Salib yang berkepanjangan terhadap umat Islam. Setelah kekalahan dinasti Ottoman sebagian komandan pasukan Sekutu yang masuk ke Baitul Maqdis mengatakan: "Sekarang Perang Salib sudah berakhir!"
Pendudukan tanah ini dilakukan berlandaskan sebuah proyek yang multidimensional, rumit, dan bertujuan menghadang persatuan dan kekompakan umat Islam serta mencegah berdirinya kembali pemerintahan-permerintahan Islam yang tangguh. Ada berbagai indikasi yang menunjukkan bahwa kaum Zionis justru menjalin hubungan erat dengan kaum Nazi Jerman. Mereka sengaja menyodorkan data-data yang berlebihan mengenai pembantaian umat Yahudi dengan tujuan menyedot simpati khalayak umum dan mempersiapkan situasi untuk pendudukan Palestina dan penjustifikasian aksi-aksi jahat kaum Zionis. Bahkan ada pula berbagai indikasi yang menunjukkan bahwa sejumlah orang keji non Yahudi dari Eropa Timur melakukan imigrasi ke Palestina atas nama umat Yahudi dengan tujuan mendirikan sebuah pemerintahan anti Islam di jantung Dunia Islam dengan kedok mendukung mendukung para keluarga korban rasialisme, dan lalu terciptalah keretakan antara wilayah timur dan barat Dunia Islam setelah masa berlalu hampir 14 abad.
Awal mulanya, umat Islam lalai karena mereka tidak menyadari adanya permusuhan yang diproyeksikan oleh kaum Zionis dan pendukungnya di Barat. Dinasti Ottoman kalah lalu dijalinlah 'Perjanjian Saiks - Piko' secara rahasia untuk membagi-bagikan negara-negara Arab kepada para pemenang perang. 'Masyarakat internasional' menyerahkan kekuasaan atas Palestina kepada Inggris. Mereka juga menjanjikan bantuan kepada kaum Zionis, dan kemudian dengan serangkaian rencana yang matang mereka memboyong kaum Yahudi ke Palestina dan mengungsikan umat Islam dari rumah dan tempat tinggal mereka. Di medan laga yang besar dimana satu pihak adalah Barat dan Zionisme dan di pihak lain adalah negara-negara Arab yang baru terbentuk, musuh-musuh Islam menggunakan berbagai jenis sarana canggih termasuk media propaganda dan forum-forum internasional.
Mereka menyeru umat Islam supaya bersabar dan menempuh perundingan damai, tetapi di saat yang sama mereka mempersenjatai Israel. Target-target strategis mereka dalam memperlakukan umat Islam dan Israel secara pilih kasih dan diskriminatif ini ialah menjaga supremasi militer Israel atas negara-negara Islam, mendukung Israel di forum-forum internasional, dan mengerahkan media massa di bawah pengaruhnya untuk menjustifikasi kejahatan-kejahatan Israel. Mereka menyebarkan propadanda bahwa pikiran untuk menang atas Israel hanya merupakan ilusi belaka.
Sejak diakui oleh PBB, yakni sejak setengah abad silam hingga tahun lalu, Israel selalu di atas angin dan tak ada seorangpun yang menghadangnya. Namun resistensi Islam Libanon yang hanya terdiri dari ribuan pemuda bersenjatakan iman telah membuyarkan mimpi Rezim Israel dan para pendukungnya. Para pemuda mulia ini sukses mempersona non-gratakan Israel tanpa memberi konsesi apapun. Kemenangan para pemuda ini lantas menjadi pelita yang menerangi jalan para pemuda muslim lainnya. Kini menyaksikan intifadah Masjidil Aqsha yang serupa dengan perlawanan Islam Libanon namun dalam dimensi yang lebih luas.
Saudara sekalian, Anda sekarang mengadakan pertemuan untuk menyokong intifadhah sebagai sebuah kewajiban Islam. Anda memikul tugas yang amat berat. Sebelum segala sesuatunya, Anda harus menunjukkan bahwa di bawah kebangkitan Islam, Dunia Islam telah bertekad untuk kembali kepada tradisi-tradisi sejarah kecemerlangannya, terutama tradisi persatuan yang di masa silam selalu menjadi formula kemenangan umat Islam dalam berbagai pertempuran melawan agresi kaum salibisme. Dalam peristiwa sejarah yang besar itu, mujahidin dari segenap Dunia Islam terbiasa terjun ke medan pertempuran yang amat menentukan dan berkepanjangan antara kufur dan iman.
Sekarang ini, segenap perhatian umat Islam dunia tersorot kepada perjuangan determinan rakyat Palestina dengan harapan yang melebihi besarnya harapan mereka kepada intifadah yang pertama. Sebab saat itu, yaitu 10 tahun silam, iklim perdamaian secara gradual terus merebak membayangi kawasan Timteng. Sejumlah kalangan memang telah menambatkan hatinya kepada AS, sementara kalangan lainnya karena tak berdaya menghadapi tekanan politik dan situasi internasional merasa tidak ada jalan lain kecuali menerima perdamaian, itupun dengan memenuhi syarat-syarat AS dan Israel. Paradigma ini menguat sejak adanya perkembangan sedemikian rupa di kawasan Timteng. Akan tetapi, tahun ini konferensi ini diselenggarakan di saat solusi untuk perdamaian Timteng sudah membentur kebuntuan yang bahkan diakui sendiri oleh pihak-pihak yang masih saja menambatkan harapannya kepada AS.
Pada tahun 1991, Arab dan umat Islam mengalami depresi akibat serangkaian kekandasan mereka secara beruntun dalam peristiwa Perang Teluk. Persatuan internal mereka mengalami erosi serius dan mereka pun tersekat dalam beberapa golongan. Namun, dalam situasi sekarang ini, khususnya sejak perlawanan Islam di Libanon Selatan mengalami kemenangan besar dan monumental, tunas-tunas harapan telah bersemi di dalam hati umat Islam.
Mengenai perlakuan terhadap Israel, saat itu ada dua cara yang selalu dikemukakan. Pengalaman perlawanan militer pasukan Arab terhadap Israel dikatakan kalah sementara cara damai yang akan menyukseskan ambisi Israel secara damai dengan imbalan penarikan pasukan Israel dari sebagian wilayah pendudukan diproyeksikan untuk menghalangi menguatnya daya militer negara-negara Arab. Contohnya ialah apa yang kita saksikan dalam Perjanjian Camp David. Saat itu cara-cara perlawanan tidak dilontarkan dan malah disebut-sebut tidak bisa diterima khalayak umum. Namun, sekarang ini sudah ada contoh sukses di depan kita bahwa untuk pertama kalinya wilayah pendudukan berhasil dibebaskan tanpa ada pemberian konsesi apapun kepada Israel dan berhasil menggagalkan impian Rezim Zionis untuk mengibarkan benderanya di ibu kota Libanon.
Dalam Perjanjian Camp David syarat penarikan pasukan Israel ialah Mesir tidak mengirim pasukan ke Sinai Utara. Sebaliknya, di Libanon Selatan Israel yang merisaukan kekuatan milisi perlawanan Islam justru meminta pasukan militer Libanon supaya dikirim ke wilayah perbatasan antara Palestina dan Libanon. Artinya, perlawanan Islam inilah yang dapat mengembalikan kedaulatan Libanon sepenuhnya atas Libanon Selatan dan wilayah-wilayah pendudukan lainnya.
Intifadah adalah kebangkitan rakyat yang sudah frustasi di depan upaya-upaya perdamaian dan yang sudah menyadari bahwa kemenangan hanya bisa dicapai dengan perlawanan. Dalam intifadah sebelumnya, rakyat Palestin telah banyak menanggung banyak korban. Mereka telah mempersembahkan para syuhada dan korban cacat dalam jumlah yang besar di jalan Islam dan perjuangan membebaskan wilayah Islam. Akan tetapi, intifadah itu kemudian dihentikan oleh perundingan Oslo. Apakah yang dihasilkan perundingan Oslo? Sekarang, pihak Palestina yang ikut memprakarsai dan mendukung perundingan Oslo sendiri sudah sama-sama tidak mendukungnya lagi. Karena dalam praktik mereka mengetahui bahwa Israel hanya ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, yaitu supaya bisa lolos dari serangan para pejuang yang hanya bersenjatakan batu. Kalau toh mereka memberikan sedikit sesuatu lalu menyebutnya sebagai konsesi, maka itu semata-mata hanya untuk memadamkan api intifadah dan mengurangi kerentanannya. Dan begitu problemanya teratasi dan mereka pun beranggapan bahwa rakyat Palestina sudah tidak punya kekuatan lagi untuk memulai intifadah, perlawanan, dan konfrontasi dengan mereka, maka mereka bahkan tak segan-segan mengurungkan pemberian secuil konsesi itu sehingga watak ekspansif mereka terungkap.
Perkembangan proses perdamaian dan agenda Oslo telah menyadarkan rakyat Palestina bahwa tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali bangkit berjuang. Orientasi utama intifadah ialah Masjidil AlAqsha. Sebab, amunisi yang meledakkan amarah rakyat Palestina ialah perlakuan tidak senonoh terhadap Masjid AlAqsha. Rakyat Palestina telah tampil ke medan laga dengan memikul risalah penting untuk menjaga salah satu tempat yang paling disucikan umat Islam. Mereka menyulut kobaran suci perlawanan dan perjuangan terhadap penjajah Zionis dengan semangat altruisme.
Proses perdamaian, khususnya rancangan Oslo tadinya telah memecah belah bangsa Palestina. Namun, intifadah suci itu kembali mementaskan persatuan nasional di Palestina. Anda menyaksikan sendiri, seluruh segmen masyarakat ikut terlibat dalam perjuangan ini, dan semua fraksi Islam dan nasionalis sudah bahu membahu. Bahkan pihak-pihak yang hatinya masih terbuai di tempat lain terpaksa mengikuti gerakan arus besar ini.
Kebangkitan atau kesadaran Islam sejak kemenangan revolusi Islam di Iran serta mencuatnya gerakan Imam Khomaini dalam dua dekade terakhir telah tampak di pentas regional dan Dunia Islam. Poros utama kebangkitan dan gerakan ini ialah masalah Palestina. Intifadah AlAqsha bahkan telah menembus batas-batas geografis Palestina dan mengalami eskalasi hingga keluar dari batas kebangsaan Palestina sehingga menggiring bangsa-bangsa muslim dan Arab lainnya ke atas gelanggang. Demonstrasi jutaan umat Islam dari kawasan barat hingga kawasan timur Dunia Islam membuktikan bahwa rakyat Palestina bisa memperhitungkan dukungan-dukungan yang akan mereka dapati, dan di saat yang sama mereka telah memainkan peranan besar bagi terciptanya persatuan umat Islam.
Hari dimana resistensi Islam yang melibatkan para pemuda gagah berani Libanon dan didukung dengan wejangan Imam Khomaini mulai terbentuk, Israel sedang menduduki ibu kota Libanon, Beirut, dan mengcengkram otoritas politik negara ini. Hari itu, ketika resistensi Islam meneriakkan slogan 'Zahfan Zahfan Nahw Al-Quds' (Ayo Maju Menuju AlQuds), sekelompok orang yang tak tahu apa-apa menganggap slogan itu sebagai buah pikiran yang sederhana. Mereka menikam dengan soalan mana mungkin bisa bergerak menuju AlQuds sedang orang-orang Libanon sendiri tak sanggup memasuki ibu kota negaranya sendiri. Dari hari itu hingga kemenangan monumental milisi perlawanan Islam terhadap Israel hanya ada bentangan waktu 18 tahun. Percayalah, 18 tahun bukanlah waktu yang panjang dalam sejarah perjuangan bangsa-bangsa.
Memang, perjuangan pasti akan disertai dengan berbagai kerugian yang menyedihkan. Rakyat akan terbunuh, rumah-rumah akan hancur, tekanan ekonomi akan membebani pundak rakyat, dan masih ada puluhan malapetaka lain yang tidak akan membiarkan hati kita semua lega. Tapi kita harus melihat apakah hasil yang akan dipersembahkan oleh perjuangan penuh pengorbanan ini. Sedemikian berharganya kemenangan sehingga mau tidak mau harus dibayar mahal.
Israel dulu pernah membentak-bentak di kawasan ini sambil mendiktekan segala kemauannya kepada bangsa-bangsa Arab, tetapi sekarang ia harus bertekuk lutut karena tak berdaya menghadapi besarnya perlawanan Islam. Ini baru merupakan bagian kecil dari keberdayaan bangsa-bangsa muslim dan Arab. Percayalah, jika semua kemampuan Dunia Islam atau bahkan sebagian diantaranya dikerahkan di jalan ini, niscaya kita akan menyaksikan kehancuran Israel. Di Libanon Selatan saja Israel keteteran menghadapi sebuah resistensi yang hanya dilakukan beberapa ribu orang. Memang, Hizbullah Libanon punya akses yang kuat di tengah masyarakat sehingga bisa memobilisasi ribuan atau bahkan puluhan ribu pasukan. Namun, dalam menghadapi rezim penjajah Zionis secara kontinyu Hizbullah hanya mengerahkan beberapa ribu dan bahkan hanya beberapa ratus pasukan. Artinya, Israel dengan segala fasilitas militer dan tehnologi persenjataannya yang serba modern karena bisa menjangkau gudang amunisi AS ternyata keteteran menghadapi beberapa ribu pemuda yang dipenuhi gelora iman dan hanya mengandalkan senjata apa adanya. Tentu, senjata ampuh yang membuat para pemuda itu tak kenal kata kalah ialah senjata iman.
Dengan demikian, contoh perlawanan dan perjuangan sudah ada di depan mata kita. Yakni, kemenangan bisa dicapai dengan perlawanan dan perjuangan yang tentu saja disertai dengan beban kerugian yang harus ditanggung. Di saat yang sama, contoh dari kekalahan juga terpampang di depan mata, dan itu ialah kebergantungan kepada cara-cara kompromistis dan mengemis-ngemis kepada perdamaian yang hasilnya pun ternyata keterhinaan, keterpedayaan, dan pada akhirnya pemaksaan kehendak Israel secara sepihak seperti yang nyata-nyata sudah kita lihat bersama. Kemenangan monumental Hizbullah kini telah menjadi tulang punggung intifadah rakyat Palestina. Tulang punggung yang sangat kuat.
Rezim Zionis sama sekali tidak punya kemampuan yang memadai untuk terus menerus berkonfrontasi dengan bangsa Palestina dalam jangka panjang. Mereka menipu umat Yahudi dan memboyongnya ke Palestina dengan harapan bangsa-bangsa Arab tidak memerangi mereka, dan kalau toh mereka mengambil keputusan untuk berperang, tekanan Barat akan mematahkan resistensi mereka dalam jangka panjang. Atas dasar ini, orang-orang yang datang ke Palestina sebenarnya tidak memiliki kesiapan untuk mengorbankan nyawa mereka demi ambis-ambisi politik para pengasas Zionisme. Berdasarkan berbagai laporan, terorisme kaum Zionisme mengalami pukulan telak sehingga bahkan memicu terjadinya arus balik imigrasi.
Konferensi mengenai Palestina sebelumnya yang diadakan di Teheran telah menyumbangkan peranan fundamental dan positif. Karena konferensi ini telah menyajikan pusat harapan untuk pihak yang menentang proses perdamaian sekaligus telah meniupkan spirit dan harapan kepada rakyat Palestina.
Sikap dan pendirian Republik Islam Iran yang sangat solid di tengah negara-negara Islam juga berhasil menumbuhkan semangat kepada rakyat Palestina yang heroik tersebut. Dan sekarang, rakyat Palestina lebih memerlukan dukungan spirit dan posisi yang tangguh. Benar bahwa mereka sekarang memerlukan dana dan harus ada tindakan serius untuk memenuhinya, namun dalam berbagai wawancara mereka sendiri mengatakan bahwa yang lebih mereka perlukan ialah pengambilan sikap yang teguh oleh bangsa-bangsa Arab dan Islam.
Konferensi yang Anda selenggarakan ini harus bisa menciptakan kesempatan bagi terealisasinya masalah ini. Anda harus bisa memberikan dukungan intensif dan komprehensif yang dapat menggairahkan jiwa rakyat Palestina. Dengan melakukan sepak terjang di jalan ini, Anda para wakil dari pelbagai negara Islam juga bisa mengerahkan segenap kemampuan bangsa-bangsa Anda sekalian untuk membebaskan Palestina. Pembelaan terhadap bangsa Palestina yang teraniaya dan kebangkitan mereka yang penuh gagah berani adalah kewajiban Islam bagi semua.
Sekarang ini, sebuah bangsa muslim yang bermandi darah datang dari medan pertempuran untuk meminta pertolongan umat Islam. Saya sendiri tidak bisa melupakan teriakan ‘ya lalmuslimin’ yang dipekikkan oleh seorang wanita Palestina di depan kamera wartawan. Segenap bangsa-bangsa muslim dan Arab harus mengukuhkan keabsahan perjuangan rakyat Palestina. Di forum-forum internasional mereka harus menegaskan bahwa rakyat tak berdaya yang hak-haknya dinistakan dan dijajah berhak memperjuangkan hak-haknya. Dengan demikian, berlanjutnya intifadah dan perlawanan rakyat Palestina adalah hak mereka yang sah dan dihormati pula oleh UU internasional, walaupun -ironisnya- UU ini kerap diinterpretasikan sesuai kehendak kaum imperialis dan adikuasa dunia.
Saudara sekalian, yakinlah bahwa tubuh Israel sekarang sudah keropos dan generasinya sekarang sama sekali tidak memiliki kesiapan untuk berkorban demi mempertahankannya.
Alhamdulillah, bangsa-bangsa Arab dan muslim sekarang sudah kuat di banding masa-masa selama 50 tahun silam. Mereka sudah kuat dalam berbagai bidang. Umat Islam sudah tidak tahan lagi duduk tertegun menyaksikan penindasan sepanjang hari terhadap bangsa Palestina. Israel harus tahu, berlanjutnya penumpasan bangsa Palestina akan dibalas dengan reaksi keras, serius, dan operasional dari seluruh bangsa Arab dan muslim.
Rakyat Palestina harus diberi semangat untuk melanjutkan perlawanan. Rakyat Palestina tahu persis bahwa yang bisa mematahkan tindakan-tindakan represif Israel di Libanon ialah perlawanan Islam dan pembalasan terhadap Israel dengan hantaman-hantaman keras, dan bukan ketergantungan kepada upaya-upaya damai dan mediasi. Konsolidasi rakyat Palestina dan fraksi-fraksi Palestina adalah sesuatu yang amat vital. Segala sesuatu yang dapat mengubah perjalanan ini dan tidak adanya kewaspadaan terhadap musuh jelas tidak akan membantu aspirasi rakyat Palestina.
Alhamdulillah, bangsa Palestina sudah lulus dengan penuh sukses dalam ujian sepanjang 50 tahun ini. Mereka berhasil menunjukkan kematangannya. Saya melihat upaya-upaya israel gagal total untuk menyulut pertikaian antar mujahidin. Kendati memiliki visi yang berbeda, semua fraksi dan gerakan pejuang dengan penuh kesabaran telah melancarkan suatu revolusi yang membendung terealisasinya ambisi-ambisi musuh. Ini semua harus dilestarikan.
Sekarang sudah jelas sepenuhnya kesalahan anggapan sementara orang bahwa masalah Palestina adalah masalah yang bersifat temporer dan hanya terbatas pada bagian kecil dari Dunia Islam. Timbunan senjata nuklir dan pemusnah massal dalam jumlah yang besar di gudang-gudang amunisi Rezim Zionis bukan dipersiapkan untuk menghadapi rakyat Palestina yang tak berdaya, melainkan untuk menegakkan dominasi terhadap Dunia Islam, khususnya Timteng. Hizbullah berjuang untuk membebaskan tanah pendudukan lalu Israel membalasnya dengan menggempur pasukan Suriah. Ini merupakan bukti jelas adanya niat terkutuk itu dari Israel dan negara-negara Barat pendukungnya.
Garis besar perjuangan melawan Israel haruslah begini:
A. Rezim penjajah ini dikurung dalam batas-batas teritorial wilayah pendudukan, ruang udara pernafasan ekonomi dan politiknya disempitkan, dan jalinan hubungannya dengan habitat di sekitarnya diudari.
B. Resistensi dan perjuangan bangsa Palestina di dalam negeri mereka dilanjutkan, dan bantuan segala sesuatu yang mereka perlukan terus dialirkan kepada mereka hingga tercapainya kemenangan.
Saudara dan saudari sekalian, faktor yang mendorong kaum imperalis dunia, khususnya Rezim AS, melancarkan tekanan dari segenap sisi terhadap Iran ialah dukungan kami kepada Palestina. Mereka sendiri secara terbuka menyatakan bahwa problema utama AS dengan Iran ialah penolakan Republik Islam Iran terhadap prakarsa-prakarsa damai yang berbau pelecehan di Palestina. Sedangkan masalah-masalah lain termasuk tuding-tudingan menggelikan mengenai pelanggaran HAM dan pembuatan senjata pemusnah massal tak lebih dari sekedar pretensi. Jadi, mereka hanya akan menghentikan cara permusuhannya terhadap Iran jika Iran menghentikan dukungannya kepada para pejuang dan rakyat Libanon dan Palestina.
Tentu saja kami juga tahu persis bahwa problema utama mereka ialah Islam dan pemerintahan Islam, dan mereka juga tahu persis garis kebijakan politik Republik Islam Iran ini. Kami telah berkata ‘tidak’ kepada mereka, dan kami menganggap dukungan kepada Palestina dan Libanon sebagai salah satu tugas penting dalam Islam. Akibatnya, mereka melancarkan tekanan dari berbagai sisi.
Kebijakan utama dan strategi mereka ialah memporak porandakan barisan umat Islam Iran yang revolusioner. Mereka mencap kelompok tertentu dengan reformis dan kelompok lain dengan konservatif. Mereka mendukung satu kelompok tertentu, dan menggempur kelompok lain dengan profokasi. Mereka membesar-besarkan sebagian problematika yang ada dengan tujuan mengesankan ketidak efektifan pemerintahan Islam agar rakyat frustasi terhadap pemerintahan religius. Mereka menjajakan dikotomi agama dan politik. Namun, dalamnya keimanan rakyat kami kepada agama telah menjadi benteng raksasa yang menghadang jalan mereka. Mereka merancang program-program propaganda dengan tujuan membuat para pemuda Iran frustasi. Problema ekonomi yang kurang lebih sudah menjadi fenomena yang lumrah dan umum di semua pelosok dunia mereka kesankan sebagai salah satu masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh pemerintahan Republik Islam Iran.
Dengan propagandanya, mereka ingin menyoal Imam Khomaini dan pilar-pilar revolusi Islam, karena mereka terpukul oleh Islam dan revolusi Islam. Mereka merasa terancam bahaya oleh kebangkitan Islam di dunia dan sangat cemas menyaksikan hidupnya kembali dan meruyaknya perjuangan Islam di Libanon dan Palestina. Karena itu mereka bermaksud mencabut akar pemikiran Islam. Mereka membidikkan peluru-peluru propaganda beracunnya ke arah Islam dan agama. Semakin besar eskalasi perjuangan Libanon dan Palestina, semakin besar pula kegeraman dan konspirasi Zionisme dan AS terhadap pemerintahan Republik Islam. Tetapi mereka harus tahu, para pejabat dan pemimpin negara kami masih terkonsolidasi, dan rakyat muslim Iran tetap serempak mendukung aspirasi revolusi dan Islam. Dan dukungan kepada Palestina, intifadah, dan perjuangan melawan Zionisme dan para pendukungnya tetap merupakan bagian dari pilar-pilar utama kebijakan strategis Republik Islam Iran. Kami yakin, dengan berlanjutnya perjuangan umat Islam Palestina dan dukungan Dunia Islam, Palestina akan bebas, dan Baitul Maqdis serta Masjidil Aqsha akan kembali dalam dekapan Dunia Islam. Insyaallah.
والله غالب علي امره
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya”
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Bukan main. Meski panggung politik di Iran dalam tiga tahun terakhir ini tak pernah sepi dari polemik dan cek-cok antara kelompok kanan yang dicap konservatif dan kiri yang disebut reformis, perhatian segenap segmen masyarakat dan elemen kekuasaan di Iran ternyata masih tajam mengawasi gerak gerik musuh besar Islam, AS dan Israel. Walaupun tak segemuruh krisis politik di Indonesia, rivalitas antar elit politik di Iran kadang sampai membuat gamang para simpatisan Iran di dalam dan di luar negeri. Betapa tidak, apa yang terjadi di Indonesia juga pernah terjadi di Iran. Pengerahan massa relawan untuk menghadapi massa mahasiswa yang reformis dan saling tuduh berbuat makar antar elit politik juga pernah terjadi di negeri Mullah ini. Entah bagaimana, konflik seperti itu satu demi satu reda sebelumnya menyusul konflik lainnya di kemudian hari. Dan isu yang sekarang masih ada adalah penangkapan beberapa orang-orang yang didakwa pelaku makar atau bughat (menurut istilah yang baru dipopularkan para kiai NU) oleh kelompok kanan yang menguasai instansi-instansi hukum (yudikatif), sementara kelompok kiri yang menguasai ekskutif dan legislatif menganggapnya sebagai move politik menjelang pemilihan presiden, meski para tersangka itu bukan fungsionaris partai-partai mereka.
Uniknya, konflik internal itu ternyata tak membuat perhatian mereka buyar di depan gerak-gerik musuh Iran yang juga mereka pastikan sebagai musuh Islam. Tak kurang, angkatan bersenjata Iran yang konon masih kekanan-kananan belum lama ini menghajar basis-basis kelompok oposisi Iran Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) di Irak dengan puluhan rudal Scud yang pernah populer pada Perang Teluk awal tahun 90-an. Semua fraksi politik di Iran menyetujui serangan terhadap kelompok yang disepakati sebagai organisasi teroris dan pengkhianat bangsa itu, meski serangan itu terpaksa melanggar wilayah teritorial Irak dan membuat rezim Bagdad geram.
Kini,
giliran parlemen Iran Majlis Syura Islam, yang kiri, reformis, dan kerap dianggap lunak dan kompromistis di depan musuh, itu bikin hajatan yang jauh lebih besar, hajatan yang mematok harga mati berupa resistensi dan bahkan perang untuk Israel dan AS. Hajatan yang entah menelan biaya berapa juta dolar ini mendatangkan para delegasi dari seluruh negara-negara Islam, termasuk Indonesia dan Malaysia, untuk sebuah konferensi akbar, selain juga melibatkan para pimpinan dari seluruh fraksi pejuang Palestina. Dari Indonesia hadir para Ketua Fraksi DPR RI. Tujuan hajatan berupa International Conference on Palestinian Intifada ini tak tanggung-tanggung; memobilisasi bangsa-bangsa muslim untuk bersatu menghabisi Israel yang dibeking AS. Caranya ialah dengan membantu secara lebih kongkret para pejuang anti Zionisme yang berada di front terdepan, khususnya rakyat Palestina, dan mungkin juga milisi Islam Hizbullah di Libanon, setelah KTT Arab di Amman, Jordania, beberapa waktu lalu tidak membuahkan hasil yang memuaskan para pejuang Palestina.
Banyak yang mengharapkan konferensi ini bisa membuahkan hasil kongkret yang menambah ketegaran intifadah Palestina. “Kita jangan hanya bisa mengobral kata-kata.” Tandas DR. Nur Iskandar Alberson, pembicara dari Indonesia yang fasih membacakan teks makalah berbahasa Arab di podium.
Di lain pihak, Jubir Deplu AS Philipe Reeker, seperti dilaporkan United Press dari New York, saat menanggapi isi pidato peresmian Konferensi Teheran memastikan akan mencatat nama-nama organisasi dan negara yang menghadiri konferensi ini dalam daftar dan laporan tahunan AS mengenai para pendukung terorisme. Laporan ini dijadwalkan akan keluar pekan depan.
Konferensi yang sudah diupayakan gagal oleh Washington dan Tel Aviv ini dimulai hari Selasa 24 April 2001 di Teheran dan dibuka dengan Pidato Rahbar alias Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei. Berikut ini adalah hasil terjemahannya:
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي من علينا بهداية الاسلام و شرع لنا الجهاد الذي هو باب من ابواب الجنه فتحه الله لخاصه اوليائه ، وسبحان الذي اسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المسجد الاقصي الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا انه هو السميع البصير، والصلاه والسلام علي نبيه البشير النذير محمد وآله الطاهرين الطيبين وصحبه المنتجبين، والسلام عليكم ورحمه الله وبركاته
Saya ucapkan selamat datang kepada hadirin sekalian; para pimpinan dan delegasi parlemen dari negara-negara Islam, para pemimpin fraksi-fraksi mujahid, para pejuang front terdepan pertahanan Islam, dan para tamu undangan sekalian. Semoga rahmat dan hidayah Ilahi senantiasa tercurah kepada anda sekalian.
Keputusan untuk menyelenggarakan konferensi sedemikian ini adalah sesuatu yang penuh berkah dan insyaallah akan dapat membuahkan hasil-hasil yang positif dan konstruktif dalam upaya memobilisasi masyarakat Islam untuk menyokong kebangkitan rakyat muslim Palestina. Pertemuan ini praktis membuktikan bahwa Palestina adalah masalah keislaman dan berkaitan dengan seluruh Dunia Islam. Pendudukan terhadap palestina adalah salah satu pilar konspirasi terkutuk kaum imperialis dunia dimana dulunya adalah Inggris dan sekarang AS-lah yang tampil untuk merongrong dan meremukkan Dunia Islam.
Musuh-musuh Islam selalu berusaha menampilkan klasifikasi kebangsaan demi mencegah persatuan umat Islam dan agar mereka bisa menguasainya. Pada awal-awal pendudukan Palestina, para ulama mujahid termasuk Syaikh Izzuddin Qasam dan Haji Amin AlHusaini telah meminta bantuan umat Islam untuk menyelamatkan Palestina, dan sang marji' besar AlMarhum Mohammad Husain AlKashif AlGhita' juga telah mengeluarkan perintah (hukum) jihad melawan kaum Zionis. Sayangnya, corak keislaman perjuangan ini kemudian melemah dan yang menguat malah corak kebangsaan.
Kemenangan revolusi Islam di Iran dibawah pimpinan Imam Khomaini, sosok cemerlang dari keturunan Nabi Besar Mohammad SAWW, telah memainkan peranan fundamental dalam proses kebangkitan Islam di seantero dunia, khususnya negara-negara regional. Kemenangan umat Islam dalam konfrontasi yang secara kasat mata tidaklah seimbang melawan musuh di Libanon Selatan adalah satu indikator baru tentang kesolidan dan kebenaran perjuangan Islam, serta merupakan satu penegasan bahwa jika umat Islam bertumpu kepada janji Allah dan berjuang demi Allah maka kemenangan adalah merupakan satu kepastian bagi mereka.
Kemenangan resistensi Islam yang begitu memukau di Libanon Selatan, dan dari sisi lain kekandasan prakarsa-prakarsa damai secara memalukan adalah salah satu pelajaran bagi masyarakat regional sehingga warga muslim Palestina-pun kembali tergiur kepada intifadah. Senandung perdamaian yang sekarang kembali didengungkan di dalam Palestina dan kawasan sekitarnya tidak mempengaruhi warga Palestina yang tabah dan gagah berani. Mereka bertekad untuk melanjutkan perjuangan hingga tercapainya kemenangan, isnyaallah. Sebab, intifadah yang pertama terhenti lantaran terbuai oleh doktrin-doktrin kaum Zionis dan para pendukungnya dengan janji-janji bahwa konsesi-konsesi seperti yang dikehendaki bangsa Palestina bisa diraih melalui perdamaian, selain juga lantaran infiltrasi para pemrakarsa perdamaian serta tekanan AS dan Barat. Namun, 10 tahun kemudian terbukti bahwa seluruh sepak terjang para pendukung Zionisme di dunia ternyata hanya bertujuan menyelamatkan Rezim Israel dari tekanan perjuangan umat Islam, dan bahwa apa yang dijanjikan kepada para perunding Palestina ternyata tak lebih dari genangan fatamorgana.
Aksi pendudukan, ekspansi, dan keganasan yang diperagakan Israel sekarang ini sebenarnya sudah bisa diprediksikan sebelumnya oleh kalangan cerdik pandai dan mereka yang peka di tengah masyarakat Islam. Sejak awal terbentuknya Israel, Rezim perampas dan pembohong ini selalu melanggar hak-hak warga muslim Palestina. Pelanggaran ini lantas dijustifikasi dan didukung oleh sebagian negara Barat, khususnya AS, sementara lembaga-lembaga internasional pun juga ikut menjustifikasinya sambil berusaha melegitimasi status dan agresi Israel.
Bumi Palestina dan Baitul Maqdis selalu menjadi obyek keserakahan sebagian negara Barat. Keserakahan mereka terhadap tanah suci ini terbukti dari pemaksaan Perang Salib yang berkepanjangan terhadap umat Islam. Setelah kekalahan dinasti Ottoman sebagian komandan pasukan Sekutu yang masuk ke Baitul Maqdis mengatakan: "Sekarang Perang Salib sudah berakhir!"
Pendudukan tanah ini dilakukan berlandaskan sebuah proyek yang multidimensional, rumit, dan bertujuan menghadang persatuan dan kekompakan umat Islam serta mencegah berdirinya kembali pemerintahan-permerintahan Islam yang tangguh. Ada berbagai indikasi yang menunjukkan bahwa kaum Zionis justru menjalin hubungan erat dengan kaum Nazi Jerman. Mereka sengaja menyodorkan data-data yang berlebihan mengenai pembantaian umat Yahudi dengan tujuan menyedot simpati khalayak umum dan mempersiapkan situasi untuk pendudukan Palestina dan penjustifikasian aksi-aksi jahat kaum Zionis. Bahkan ada pula berbagai indikasi yang menunjukkan bahwa sejumlah orang keji non Yahudi dari Eropa Timur melakukan imigrasi ke Palestina atas nama umat Yahudi dengan tujuan mendirikan sebuah pemerintahan anti Islam di jantung Dunia Islam dengan kedok mendukung mendukung para keluarga korban rasialisme, dan lalu terciptalah keretakan antara wilayah timur dan barat Dunia Islam setelah masa berlalu hampir 14 abad.
Awal mulanya, umat Islam lalai karena mereka tidak menyadari adanya permusuhan yang diproyeksikan oleh kaum Zionis dan pendukungnya di Barat. Dinasti Ottoman kalah lalu dijalinlah 'Perjanjian Saiks - Piko' secara rahasia untuk membagi-bagikan negara-negara Arab kepada para pemenang perang. 'Masyarakat internasional' menyerahkan kekuasaan atas Palestina kepada Inggris. Mereka juga menjanjikan bantuan kepada kaum Zionis, dan kemudian dengan serangkaian rencana yang matang mereka memboyong kaum Yahudi ke Palestina dan mengungsikan umat Islam dari rumah dan tempat tinggal mereka. Di medan laga yang besar dimana satu pihak adalah Barat dan Zionisme dan di pihak lain adalah negara-negara Arab yang baru terbentuk, musuh-musuh Islam menggunakan berbagai jenis sarana canggih termasuk media propaganda dan forum-forum internasional.
Mereka menyeru umat Islam supaya bersabar dan menempuh perundingan damai, tetapi di saat yang sama mereka mempersenjatai Israel. Target-target strategis mereka dalam memperlakukan umat Islam dan Israel secara pilih kasih dan diskriminatif ini ialah menjaga supremasi militer Israel atas negara-negara Islam, mendukung Israel di forum-forum internasional, dan mengerahkan media massa di bawah pengaruhnya untuk menjustifikasi kejahatan-kejahatan Israel. Mereka menyebarkan propadanda bahwa pikiran untuk menang atas Israel hanya merupakan ilusi belaka.
Sejak diakui oleh PBB, yakni sejak setengah abad silam hingga tahun lalu, Israel selalu di atas angin dan tak ada seorangpun yang menghadangnya. Namun resistensi Islam Libanon yang hanya terdiri dari ribuan pemuda bersenjatakan iman telah membuyarkan mimpi Rezim Israel dan para pendukungnya. Para pemuda mulia ini sukses mempersona non-gratakan Israel tanpa memberi konsesi apapun. Kemenangan para pemuda ini lantas menjadi pelita yang menerangi jalan para pemuda muslim lainnya. Kini menyaksikan intifadah Masjidil Aqsha yang serupa dengan perlawanan Islam Libanon namun dalam dimensi yang lebih luas.
Saudara sekalian, Anda sekarang mengadakan pertemuan untuk menyokong intifadhah sebagai sebuah kewajiban Islam. Anda memikul tugas yang amat berat. Sebelum segala sesuatunya, Anda harus menunjukkan bahwa di bawah kebangkitan Islam, Dunia Islam telah bertekad untuk kembali kepada tradisi-tradisi sejarah kecemerlangannya, terutama tradisi persatuan yang di masa silam selalu menjadi formula kemenangan umat Islam dalam berbagai pertempuran melawan agresi kaum salibisme. Dalam peristiwa sejarah yang besar itu, mujahidin dari segenap Dunia Islam terbiasa terjun ke medan pertempuran yang amat menentukan dan berkepanjangan antara kufur dan iman.
Sekarang ini, segenap perhatian umat Islam dunia tersorot kepada perjuangan determinan rakyat Palestina dengan harapan yang melebihi besarnya harapan mereka kepada intifadah yang pertama. Sebab saat itu, yaitu 10 tahun silam, iklim perdamaian secara gradual terus merebak membayangi kawasan Timteng. Sejumlah kalangan memang telah menambatkan hatinya kepada AS, sementara kalangan lainnya karena tak berdaya menghadapi tekanan politik dan situasi internasional merasa tidak ada jalan lain kecuali menerima perdamaian, itupun dengan memenuhi syarat-syarat AS dan Israel. Paradigma ini menguat sejak adanya perkembangan sedemikian rupa di kawasan Timteng. Akan tetapi, tahun ini konferensi ini diselenggarakan di saat solusi untuk perdamaian Timteng sudah membentur kebuntuan yang bahkan diakui sendiri oleh pihak-pihak yang masih saja menambatkan harapannya kepada AS.
Pada tahun 1991, Arab dan umat Islam mengalami depresi akibat serangkaian kekandasan mereka secara beruntun dalam peristiwa Perang Teluk. Persatuan internal mereka mengalami erosi serius dan mereka pun tersekat dalam beberapa golongan. Namun, dalam situasi sekarang ini, khususnya sejak perlawanan Islam di Libanon Selatan mengalami kemenangan besar dan monumental, tunas-tunas harapan telah bersemi di dalam hati umat Islam.
Mengenai perlakuan terhadap Israel, saat itu ada dua cara yang selalu dikemukakan. Pengalaman perlawanan militer pasukan Arab terhadap Israel dikatakan kalah sementara cara damai yang akan menyukseskan ambisi Israel secara damai dengan imbalan penarikan pasukan Israel dari sebagian wilayah pendudukan diproyeksikan untuk menghalangi menguatnya daya militer negara-negara Arab. Contohnya ialah apa yang kita saksikan dalam Perjanjian Camp David. Saat itu cara-cara perlawanan tidak dilontarkan dan malah disebut-sebut tidak bisa diterima khalayak umum. Namun, sekarang ini sudah ada contoh sukses di depan kita bahwa untuk pertama kalinya wilayah pendudukan berhasil dibebaskan tanpa ada pemberian konsesi apapun kepada Israel dan berhasil menggagalkan impian Rezim Zionis untuk mengibarkan benderanya di ibu kota Libanon.
Dalam Perjanjian Camp David syarat penarikan pasukan Israel ialah Mesir tidak mengirim pasukan ke Sinai Utara. Sebaliknya, di Libanon Selatan Israel yang merisaukan kekuatan milisi perlawanan Islam justru meminta pasukan militer Libanon supaya dikirim ke wilayah perbatasan antara Palestina dan Libanon. Artinya, perlawanan Islam inilah yang dapat mengembalikan kedaulatan Libanon sepenuhnya atas Libanon Selatan dan wilayah-wilayah pendudukan lainnya.
Intifadah adalah kebangkitan rakyat yang sudah frustasi di depan upaya-upaya perdamaian dan yang sudah menyadari bahwa kemenangan hanya bisa dicapai dengan perlawanan. Dalam intifadah sebelumnya, rakyat Palestin telah banyak menanggung banyak korban. Mereka telah mempersembahkan para syuhada dan korban cacat dalam jumlah yang besar di jalan Islam dan perjuangan membebaskan wilayah Islam. Akan tetapi, intifadah itu kemudian dihentikan oleh perundingan Oslo. Apakah yang dihasilkan perundingan Oslo? Sekarang, pihak Palestina yang ikut memprakarsai dan mendukung perundingan Oslo sendiri sudah sama-sama tidak mendukungnya lagi. Karena dalam praktik mereka mengetahui bahwa Israel hanya ingin menyelesaikan masalahnya sendiri, yaitu supaya bisa lolos dari serangan para pejuang yang hanya bersenjatakan batu. Kalau toh mereka memberikan sedikit sesuatu lalu menyebutnya sebagai konsesi, maka itu semata-mata hanya untuk memadamkan api intifadah dan mengurangi kerentanannya. Dan begitu problemanya teratasi dan mereka pun beranggapan bahwa rakyat Palestina sudah tidak punya kekuatan lagi untuk memulai intifadah, perlawanan, dan konfrontasi dengan mereka, maka mereka bahkan tak segan-segan mengurungkan pemberian secuil konsesi itu sehingga watak ekspansif mereka terungkap.
Perkembangan proses perdamaian dan agenda Oslo telah menyadarkan rakyat Palestina bahwa tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali bangkit berjuang. Orientasi utama intifadah ialah Masjidil AlAqsha. Sebab, amunisi yang meledakkan amarah rakyat Palestina ialah perlakuan tidak senonoh terhadap Masjid AlAqsha. Rakyat Palestina telah tampil ke medan laga dengan memikul risalah penting untuk menjaga salah satu tempat yang paling disucikan umat Islam. Mereka menyulut kobaran suci perlawanan dan perjuangan terhadap penjajah Zionis dengan semangat altruisme.
Proses perdamaian, khususnya rancangan Oslo tadinya telah memecah belah bangsa Palestina. Namun, intifadah suci itu kembali mementaskan persatuan nasional di Palestina. Anda menyaksikan sendiri, seluruh segmen masyarakat ikut terlibat dalam perjuangan ini, dan semua fraksi Islam dan nasionalis sudah bahu membahu. Bahkan pihak-pihak yang hatinya masih terbuai di tempat lain terpaksa mengikuti gerakan arus besar ini.
Kebangkitan atau kesadaran Islam sejak kemenangan revolusi Islam di Iran serta mencuatnya gerakan Imam Khomaini dalam dua dekade terakhir telah tampak di pentas regional dan Dunia Islam. Poros utama kebangkitan dan gerakan ini ialah masalah Palestina. Intifadah AlAqsha bahkan telah menembus batas-batas geografis Palestina dan mengalami eskalasi hingga keluar dari batas kebangsaan Palestina sehingga menggiring bangsa-bangsa muslim dan Arab lainnya ke atas gelanggang. Demonstrasi jutaan umat Islam dari kawasan barat hingga kawasan timur Dunia Islam membuktikan bahwa rakyat Palestina bisa memperhitungkan dukungan-dukungan yang akan mereka dapati, dan di saat yang sama mereka telah memainkan peranan besar bagi terciptanya persatuan umat Islam.
Hari dimana resistensi Islam yang melibatkan para pemuda gagah berani Libanon dan didukung dengan wejangan Imam Khomaini mulai terbentuk, Israel sedang menduduki ibu kota Libanon, Beirut, dan mengcengkram otoritas politik negara ini. Hari itu, ketika resistensi Islam meneriakkan slogan 'Zahfan Zahfan Nahw Al-Quds' (Ayo Maju Menuju AlQuds), sekelompok orang yang tak tahu apa-apa menganggap slogan itu sebagai buah pikiran yang sederhana. Mereka menikam dengan soalan mana mungkin bisa bergerak menuju AlQuds sedang orang-orang Libanon sendiri tak sanggup memasuki ibu kota negaranya sendiri. Dari hari itu hingga kemenangan monumental milisi perlawanan Islam terhadap Israel hanya ada bentangan waktu 18 tahun. Percayalah, 18 tahun bukanlah waktu yang panjang dalam sejarah perjuangan bangsa-bangsa.
Memang, perjuangan pasti akan disertai dengan berbagai kerugian yang menyedihkan. Rakyat akan terbunuh, rumah-rumah akan hancur, tekanan ekonomi akan membebani pundak rakyat, dan masih ada puluhan malapetaka lain yang tidak akan membiarkan hati kita semua lega. Tapi kita harus melihat apakah hasil yang akan dipersembahkan oleh perjuangan penuh pengorbanan ini. Sedemikian berharganya kemenangan sehingga mau tidak mau harus dibayar mahal.
Israel dulu pernah membentak-bentak di kawasan ini sambil mendiktekan segala kemauannya kepada bangsa-bangsa Arab, tetapi sekarang ia harus bertekuk lutut karena tak berdaya menghadapi besarnya perlawanan Islam. Ini baru merupakan bagian kecil dari keberdayaan bangsa-bangsa muslim dan Arab. Percayalah, jika semua kemampuan Dunia Islam atau bahkan sebagian diantaranya dikerahkan di jalan ini, niscaya kita akan menyaksikan kehancuran Israel. Di Libanon Selatan saja Israel keteteran menghadapi sebuah resistensi yang hanya dilakukan beberapa ribu orang. Memang, Hizbullah Libanon punya akses yang kuat di tengah masyarakat sehingga bisa memobilisasi ribuan atau bahkan puluhan ribu pasukan. Namun, dalam menghadapi rezim penjajah Zionis secara kontinyu Hizbullah hanya mengerahkan beberapa ribu dan bahkan hanya beberapa ratus pasukan. Artinya, Israel dengan segala fasilitas militer dan tehnologi persenjataannya yang serba modern karena bisa menjangkau gudang amunisi AS ternyata keteteran menghadapi beberapa ribu pemuda yang dipenuhi gelora iman dan hanya mengandalkan senjata apa adanya. Tentu, senjata ampuh yang membuat para pemuda itu tak kenal kata kalah ialah senjata iman.
Dengan demikian, contoh perlawanan dan perjuangan sudah ada di depan mata kita. Yakni, kemenangan bisa dicapai dengan perlawanan dan perjuangan yang tentu saja disertai dengan beban kerugian yang harus ditanggung. Di saat yang sama, contoh dari kekalahan juga terpampang di depan mata, dan itu ialah kebergantungan kepada cara-cara kompromistis dan mengemis-ngemis kepada perdamaian yang hasilnya pun ternyata keterhinaan, keterpedayaan, dan pada akhirnya pemaksaan kehendak Israel secara sepihak seperti yang nyata-nyata sudah kita lihat bersama. Kemenangan monumental Hizbullah kini telah menjadi tulang punggung intifadah rakyat Palestina. Tulang punggung yang sangat kuat.
Rezim Zionis sama sekali tidak punya kemampuan yang memadai untuk terus menerus berkonfrontasi dengan bangsa Palestina dalam jangka panjang. Mereka menipu umat Yahudi dan memboyongnya ke Palestina dengan harapan bangsa-bangsa Arab tidak memerangi mereka, dan kalau toh mereka mengambil keputusan untuk berperang, tekanan Barat akan mematahkan resistensi mereka dalam jangka panjang. Atas dasar ini, orang-orang yang datang ke Palestina sebenarnya tidak memiliki kesiapan untuk mengorbankan nyawa mereka demi ambis-ambisi politik para pengasas Zionisme. Berdasarkan berbagai laporan, terorisme kaum Zionisme mengalami pukulan telak sehingga bahkan memicu terjadinya arus balik imigrasi.
Konferensi mengenai Palestina sebelumnya yang diadakan di Teheran telah menyumbangkan peranan fundamental dan positif. Karena konferensi ini telah menyajikan pusat harapan untuk pihak yang menentang proses perdamaian sekaligus telah meniupkan spirit dan harapan kepada rakyat Palestina.
Sikap dan pendirian Republik Islam Iran yang sangat solid di tengah negara-negara Islam juga berhasil menumbuhkan semangat kepada rakyat Palestina yang heroik tersebut. Dan sekarang, rakyat Palestina lebih memerlukan dukungan spirit dan posisi yang tangguh. Benar bahwa mereka sekarang memerlukan dana dan harus ada tindakan serius untuk memenuhinya, namun dalam berbagai wawancara mereka sendiri mengatakan bahwa yang lebih mereka perlukan ialah pengambilan sikap yang teguh oleh bangsa-bangsa Arab dan Islam.
Konferensi yang Anda selenggarakan ini harus bisa menciptakan kesempatan bagi terealisasinya masalah ini. Anda harus bisa memberikan dukungan intensif dan komprehensif yang dapat menggairahkan jiwa rakyat Palestina. Dengan melakukan sepak terjang di jalan ini, Anda para wakil dari pelbagai negara Islam juga bisa mengerahkan segenap kemampuan bangsa-bangsa Anda sekalian untuk membebaskan Palestina. Pembelaan terhadap bangsa Palestina yang teraniaya dan kebangkitan mereka yang penuh gagah berani adalah kewajiban Islam bagi semua.
Sekarang ini, sebuah bangsa muslim yang bermandi darah datang dari medan pertempuran untuk meminta pertolongan umat Islam. Saya sendiri tidak bisa melupakan teriakan ‘ya lalmuslimin’ yang dipekikkan oleh seorang wanita Palestina di depan kamera wartawan. Segenap bangsa-bangsa muslim dan Arab harus mengukuhkan keabsahan perjuangan rakyat Palestina. Di forum-forum internasional mereka harus menegaskan bahwa rakyat tak berdaya yang hak-haknya dinistakan dan dijajah berhak memperjuangkan hak-haknya. Dengan demikian, berlanjutnya intifadah dan perlawanan rakyat Palestina adalah hak mereka yang sah dan dihormati pula oleh UU internasional, walaupun -ironisnya- UU ini kerap diinterpretasikan sesuai kehendak kaum imperialis dan adikuasa dunia.
Saudara sekalian, yakinlah bahwa tubuh Israel sekarang sudah keropos dan generasinya sekarang sama sekali tidak memiliki kesiapan untuk berkorban demi mempertahankannya.
Alhamdulillah, bangsa-bangsa Arab dan muslim sekarang sudah kuat di banding masa-masa selama 50 tahun silam. Mereka sudah kuat dalam berbagai bidang. Umat Islam sudah tidak tahan lagi duduk tertegun menyaksikan penindasan sepanjang hari terhadap bangsa Palestina. Israel harus tahu, berlanjutnya penumpasan bangsa Palestina akan dibalas dengan reaksi keras, serius, dan operasional dari seluruh bangsa Arab dan muslim.
Rakyat Palestina harus diberi semangat untuk melanjutkan perlawanan. Rakyat Palestina tahu persis bahwa yang bisa mematahkan tindakan-tindakan represif Israel di Libanon ialah perlawanan Islam dan pembalasan terhadap Israel dengan hantaman-hantaman keras, dan bukan ketergantungan kepada upaya-upaya damai dan mediasi. Konsolidasi rakyat Palestina dan fraksi-fraksi Palestina adalah sesuatu yang amat vital. Segala sesuatu yang dapat mengubah perjalanan ini dan tidak adanya kewaspadaan terhadap musuh jelas tidak akan membantu aspirasi rakyat Palestina.
Alhamdulillah, bangsa Palestina sudah lulus dengan penuh sukses dalam ujian sepanjang 50 tahun ini. Mereka berhasil menunjukkan kematangannya. Saya melihat upaya-upaya israel gagal total untuk menyulut pertikaian antar mujahidin. Kendati memiliki visi yang berbeda, semua fraksi dan gerakan pejuang dengan penuh kesabaran telah melancarkan suatu revolusi yang membendung terealisasinya ambisi-ambisi musuh. Ini semua harus dilestarikan.
Sekarang sudah jelas sepenuhnya kesalahan anggapan sementara orang bahwa masalah Palestina adalah masalah yang bersifat temporer dan hanya terbatas pada bagian kecil dari Dunia Islam. Timbunan senjata nuklir dan pemusnah massal dalam jumlah yang besar di gudang-gudang amunisi Rezim Zionis bukan dipersiapkan untuk menghadapi rakyat Palestina yang tak berdaya, melainkan untuk menegakkan dominasi terhadap Dunia Islam, khususnya Timteng. Hizbullah berjuang untuk membebaskan tanah pendudukan lalu Israel membalasnya dengan menggempur pasukan Suriah. Ini merupakan bukti jelas adanya niat terkutuk itu dari Israel dan negara-negara Barat pendukungnya.
Garis besar perjuangan melawan Israel haruslah begini:
A. Rezim penjajah ini dikurung dalam batas-batas teritorial wilayah pendudukan, ruang udara pernafasan ekonomi dan politiknya disempitkan, dan jalinan hubungannya dengan habitat di sekitarnya diudari.
B. Resistensi dan perjuangan bangsa Palestina di dalam negeri mereka dilanjutkan, dan bantuan segala sesuatu yang mereka perlukan terus dialirkan kepada mereka hingga tercapainya kemenangan.
Saudara dan saudari sekalian, faktor yang mendorong kaum imperalis dunia, khususnya Rezim AS, melancarkan tekanan dari segenap sisi terhadap Iran ialah dukungan kami kepada Palestina. Mereka sendiri secara terbuka menyatakan bahwa problema utama AS dengan Iran ialah penolakan Republik Islam Iran terhadap prakarsa-prakarsa damai yang berbau pelecehan di Palestina. Sedangkan masalah-masalah lain termasuk tuding-tudingan menggelikan mengenai pelanggaran HAM dan pembuatan senjata pemusnah massal tak lebih dari sekedar pretensi. Jadi, mereka hanya akan menghentikan cara permusuhannya terhadap Iran jika Iran menghentikan dukungannya kepada para pejuang dan rakyat Libanon dan Palestina.
Tentu saja kami juga tahu persis bahwa problema utama mereka ialah Islam dan pemerintahan Islam, dan mereka juga tahu persis garis kebijakan politik Republik Islam Iran ini. Kami telah berkata ‘tidak’ kepada mereka, dan kami menganggap dukungan kepada Palestina dan Libanon sebagai salah satu tugas penting dalam Islam. Akibatnya, mereka melancarkan tekanan dari berbagai sisi.
Kebijakan utama dan strategi mereka ialah memporak porandakan barisan umat Islam Iran yang revolusioner. Mereka mencap kelompok tertentu dengan reformis dan kelompok lain dengan konservatif. Mereka mendukung satu kelompok tertentu, dan menggempur kelompok lain dengan profokasi. Mereka membesar-besarkan sebagian problematika yang ada dengan tujuan mengesankan ketidak efektifan pemerintahan Islam agar rakyat frustasi terhadap pemerintahan religius. Mereka menjajakan dikotomi agama dan politik. Namun, dalamnya keimanan rakyat kami kepada agama telah menjadi benteng raksasa yang menghadang jalan mereka. Mereka merancang program-program propaganda dengan tujuan membuat para pemuda Iran frustasi. Problema ekonomi yang kurang lebih sudah menjadi fenomena yang lumrah dan umum di semua pelosok dunia mereka kesankan sebagai salah satu masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh pemerintahan Republik Islam Iran.
Dengan propagandanya, mereka ingin menyoal Imam Khomaini dan pilar-pilar revolusi Islam, karena mereka terpukul oleh Islam dan revolusi Islam. Mereka merasa terancam bahaya oleh kebangkitan Islam di dunia dan sangat cemas menyaksikan hidupnya kembali dan meruyaknya perjuangan Islam di Libanon dan Palestina. Karena itu mereka bermaksud mencabut akar pemikiran Islam. Mereka membidikkan peluru-peluru propaganda beracunnya ke arah Islam dan agama. Semakin besar eskalasi perjuangan Libanon dan Palestina, semakin besar pula kegeraman dan konspirasi Zionisme dan AS terhadap pemerintahan Republik Islam. Tetapi mereka harus tahu, para pejabat dan pemimpin negara kami masih terkonsolidasi, dan rakyat muslim Iran tetap serempak mendukung aspirasi revolusi dan Islam. Dan dukungan kepada Palestina, intifadah, dan perjuangan melawan Zionisme dan para pendukungnya tetap merupakan bagian dari pilar-pilar utama kebijakan strategis Republik Islam Iran. Kami yakin, dengan berlanjutnya perjuangan umat Islam Palestina dan dukungan Dunia Islam, Palestina akan bebas, dan Baitul Maqdis serta Masjidil Aqsha akan kembali dalam dekapan Dunia Islam. Insyaallah.
والله غالب علي امره
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya”
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
A. KATA PEMBUKA
“BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-ASA PARA PAHLAWANNYA.”
Ungkapan bijak diatas akan selalu relevan serta aktual sepanjang masa bila kita menyimak lembaran sejarah dari perjalanan bangsa ini.
Tentu saja kita masih ingat dari apa yang telah kita pelajari melalui sekolah ataupun kesaksian para pelaku sejarah mengenai pengorbanan yang sudah pahlawan berikan. Tak tanggung-tanggung, bahkan jiwa dan ragapun sudi dipersembahkan demi terwujudnya kemerdekaan negara kita tercinta.
Namun, zaman terus bergerak dan berubah. Di era sekarang, kita yang hidup di masa kini tentulah mengalami peristiwa yang berbeda dengan waktu penjajahan dahulu. Bila perjuangan yang dilakukan di zaman lampau ialah dengan mengangkat senjata guna mengusir penjajah,lalu apa yang wajib generasi muda sekarang upayakan demi mengisi kemerdekaan bagi bangsa ini?
Bila kita ingin bangsa ini menjadi bangsa yang besar maka kita semua wajib menghargai jasa-jasa dari para pendahulu kita.
Bagaimanakah upaya kita menghargai jasa-jasa mereka? Apakah cukup dengan mengenal sejarah mereka? Apakah lewat pendirian monumen yang megah? Atau dengan menamakan jalan-jalan dengan nama para pahlawan?
Ternyata itu semua belum mencukupi, ada hal lain yang dapat melengkapi tindakan kita guna menghargai jasa-jasa mereka, yaitu dengan revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan seperti semangat pantang menyerah, rela berkorban bagi bangsa dan menjunjung tinggi rasa solidaritas serta sportivitas. Inilah upaya-upaya membangun karakter bangsa yang tangguh agar bangsa ini sama besar dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Menumbuhkembangkan karakter bangsa yang besar hanya dapat terlaksana bila spirit kepahlawanan telah menyatu dalam jiwa setiap rakyat Indonesia. Dan tentu saja ini adalah kegiatan yang melibatkan seluruh elemen bangsa dan tanpa mengenal kata henti.
Didasari oleh pentingnya hal tersebut, kami dari FM 05 (Forum Muda 05) bekerjasama dengan elemen muda dari Karang Taruna RW 05 serta juga dengan kordinasi melalui pihak Rukun Warga 05 serta dari Kelurahan Cipondoh Makmur berupaya untuk menanamkan tujuan mulia tersebut dalam satu mata rantai acara memperingati Hari Pahlawan dengan kegiatan berupa Turnamen Catur Piala Cimak I Tahun 2007 dan juga acara Bazar.
B. TUJUAN
1. Tertanamnya nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi nilai solidaritas serta sportivitas dalam jiwa peserta pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
2. Tergalinya potensi-potensi olahragawan Catur.
3. Terbinanya spirit wirausaha bagi para pemuda di wilayah Kelurahan Cipondoh Makmur..
4. Meminimalisir pertumbuhan penganggur di wilayah Kelurahan Cipondoh Makmur.
C. BENTUK KEGIATAN
1. Turnamen Catur Piala Cimak I Tahun 2007.
2. Pameran dan Bazar.
D. WAKTU DAN TEMPAT
Kedua acara diatas diselenggarakan secara simultan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 10-11 November 2007 pada jam 10:00 s/d 18:00.
Tempat penyelenggaraan di Aula RW 05 Komplek Cipondoh Makmur Jl.Taman Elok I Kelurahan Cipondoh Makmur.
E. PESERTA
1. Turnamen Catur Pila Cimak I Tahun 2007 bersifat terbuka dengan syarat non master dan jumlah maksimal peserta 64 orang.
2. Bazar diikuti oleh para sponsor serta masyarakat yang ingin berpartisipasi dengan menyewa stan-stan yang disediakan panitia.
F. SUSUNAN PANITIA
Terlampir pada lampiran 1.
G. ANGGARAN BIAYA
Terlampir pada lampiran 2.
H. KOMPENSASI SPONSOR
Terlampir pada lampiran 3.
I. LAMPIRAN-LAMPIRAN.
1. Ketentuan Umum dan Peraturan Pertandingan Catur terlampir pada lampiran 4.
2. Denah lokasi terlampir pada lampiran 5.
3. Ketentuan penyewaan stan terlampir pada lampiran 6.
J. KATA PENUTUP
Demikianlah kiranya semoga pelaksanaan kegiatan Turnamen Catur Piala Cimak I Tahun 2007 beserta dengan acara bazar ini dapat menumbuhkembangkan karakter bangsa yang besar sealigus pula membungakan spirit kepahlawanan dan diri setiap peserta juga masyarakat umum.
Semoga Tuhan YME memberikan berkah dan ridhoNYA kepada kita semua teristimewa kepada seluruh pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini sehingga bisa sukses dan sesuai dengan harapan kita semua.
Tangerang, 30 September 2007
GUSTAF PARLINDUNGAN BOY MIHABALLO
Ketua Pelaksana Sekretaris
Mengetahui,
H.ALI WAHAB M A R J O N O
Ketua RW 05 Lurah Cipondoh Makmur
LAMPIRAN 1
SUSUNAN PANITIA TURNAMEN CATUR DAN BAZAR
Pelindung : Bpk. Marjono (Lurah Cipondoh Makmur)
Bpk. H.Ali Wahab (Ketua RW 05)
Penasehat : Bpk. I.Tasdik
Bpk. Yoyon Haryanto
Penanggungjawab : Bpk. Yono
Bpk. Yanto
Ketua Pelaksana : Gustaf Parlindungan
Sekretaris : Boy Mihaballo
Bendahara : Fredyk D.B
Seksi Pertandingan : Alfred Tambunan
Seksi Humas dan Publikasi : Ronni Sanjaya
Seksi Perlengkapan dan Bazar : Eman
Seksi Pencarian Dana : Goro Utomo (Kordinator)
Darwin
Seksi Dokumentasi : Boy
Seksi Konsumsi : Edi
Dibantu relawan dari Karang Taruna RW 05 Komplek Cipondoh Makmur.
LAMPIRAN 2
ANGGARAN BIAYA
1. KESEKRETARIATAN :
- Kertas HVS 5 RIM x Rp. 27.000 Rp. 135.000
- Tinta Printe 6 Tube x Rp. 12.000 Rp. 72.000
- Cartridge Printer 2 Buah x Rp. 150.000 Rp. 300.000
- Foto Copy Proposal 20 Hal x 20 Buah x Rp. 100 Rp. 40.000
- Jilid Proposal 20 Buah x Rp. 3000 Rp. 60.000
- Tanda Pengenal Panitia 25 x Rp. 1.500 Rp. 37.500
- Stempel Rp. 50.000
- Pencetakan Pamflet Rp. 100.000
----------------
Rp. 794.500
2. PERLENGKAPAN
- Sewa Meja 14 Meja x Rp.10.000 Rp. 140.000
- Sewa Kursi 75 Kursi x Rp. 1.500 Rp. 112.500
- Sewa Tenda Rp. 350.000
- Spanduk 5 x Rp. 150.000 Rp. 750.000
- Penataan Ruang & kebersihan Gedung Rp. 500.000
- Pembuatan Kaos 100 Buah x Rp.30.000 Rp. 3.000.000
- Sound System Rp. 500.000
-----------------
Rp. 5.352.500
3. PERTANDINGAN
- Piala 3 Set Rp. 100.000
- Wasit 2 Orang x Rp. 100.000 x 6 Babak Rp. 1.200.000
- Sewa 2 Buah Jam x Rp. 30.000 Rp. 60.000
- Hadiah Uang Total Rp. 3.150.000
-------------------
Rp. 4.510.000
4. HUMAS & PUBLIKASI
- Iklan Di media Massa cetak local Rp. 500.000
- Transportasi Rp. 500.000
----------------
Rp. 1.000.000
5. DOKUMENTASI
- Foto Rp. 250.000
- Video Rp. 250.000
----------------
Rp. 500.000
6. KONSUMSI PANITIA
- Katering 2 Hari x 25 Orang x Rp. 15.000 Rp. 750.000
- Kopi + Teh 2 Hari x 25 Orang x Rp. 2.000 Rp 100.000
- Snack 2 Hari x 25 Orang x Rp. 5.000 Rp. 250.000
----------------
Rp. 1.100.000
7. KEAMANAN
- Internal Panitia Rp. 250.000
- External ( KEPOLISIAN ) Rp. 250.000
----------------
Rp. 500.000
8. HONORARIUM
- Relawan 2 Hari x 15 Orangx Rp. 15.000 Rp. 450.000
- Panitia 2 Hari x 10 Orang x Rp. 50.000 Rp. 1.000.000
------------------
Rp. 1.450.000
SUB TOTAL Rp. 15.207.000
BIAYA TAK TERDUGA 20% Rp. 3.041.400
---------------------
TOTAL ANGGARAN Rp. 18.248.400
TERBILANG ( DELAPAN BELAS JUTA DUA RATUS EMPAT PULUH DELAPAN RIBU EMPAT RATUS RUPIAH )
“BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-ASA PARA PAHLAWANNYA.”
Ungkapan bijak diatas akan selalu relevan serta aktual sepanjang masa bila kita menyimak lembaran sejarah dari perjalanan bangsa ini.
Tentu saja kita masih ingat dari apa yang telah kita pelajari melalui sekolah ataupun kesaksian para pelaku sejarah mengenai pengorbanan yang sudah pahlawan berikan. Tak tanggung-tanggung, bahkan jiwa dan ragapun sudi dipersembahkan demi terwujudnya kemerdekaan negara kita tercinta.
Namun, zaman terus bergerak dan berubah. Di era sekarang, kita yang hidup di masa kini tentulah mengalami peristiwa yang berbeda dengan waktu penjajahan dahulu. Bila perjuangan yang dilakukan di zaman lampau ialah dengan mengangkat senjata guna mengusir penjajah,lalu apa yang wajib generasi muda sekarang upayakan demi mengisi kemerdekaan bagi bangsa ini?
Bila kita ingin bangsa ini menjadi bangsa yang besar maka kita semua wajib menghargai jasa-jasa dari para pendahulu kita.
Bagaimanakah upaya kita menghargai jasa-jasa mereka? Apakah cukup dengan mengenal sejarah mereka? Apakah lewat pendirian monumen yang megah? Atau dengan menamakan jalan-jalan dengan nama para pahlawan?
Ternyata itu semua belum mencukupi, ada hal lain yang dapat melengkapi tindakan kita guna menghargai jasa-jasa mereka, yaitu dengan revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan seperti semangat pantang menyerah, rela berkorban bagi bangsa dan menjunjung tinggi rasa solidaritas serta sportivitas. Inilah upaya-upaya membangun karakter bangsa yang tangguh agar bangsa ini sama besar dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Menumbuhkembangkan karakter bangsa yang besar hanya dapat terlaksana bila spirit kepahlawanan telah menyatu dalam jiwa setiap rakyat Indonesia. Dan tentu saja ini adalah kegiatan yang melibatkan seluruh elemen bangsa dan tanpa mengenal kata henti.
Didasari oleh pentingnya hal tersebut, kami dari FM 05 (Forum Muda 05) bekerjasama dengan elemen muda dari Karang Taruna RW 05 serta juga dengan kordinasi melalui pihak Rukun Warga 05 serta dari Kelurahan Cipondoh Makmur berupaya untuk menanamkan tujuan mulia tersebut dalam satu mata rantai acara memperingati Hari Pahlawan dengan kegiatan berupa Turnamen Catur Piala Cimak I Tahun 2007 dan juga acara Bazar.
B. TUJUAN
1. Tertanamnya nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi nilai solidaritas serta sportivitas dalam jiwa peserta pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
2. Tergalinya potensi-potensi olahragawan Catur.
3. Terbinanya spirit wirausaha bagi para pemuda di wilayah Kelurahan Cipondoh Makmur..
4. Meminimalisir pertumbuhan penganggur di wilayah Kelurahan Cipondoh Makmur.
C. BENTUK KEGIATAN
1. Turnamen Catur Piala Cimak I Tahun 2007.
2. Pameran dan Bazar.
D. WAKTU DAN TEMPAT
Kedua acara diatas diselenggarakan secara simultan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 10-11 November 2007 pada jam 10:00 s/d 18:00.
Tempat penyelenggaraan di Aula RW 05 Komplek Cipondoh Makmur Jl.Taman Elok I Kelurahan Cipondoh Makmur.
E. PESERTA
1. Turnamen Catur Pila Cimak I Tahun 2007 bersifat terbuka dengan syarat non master dan jumlah maksimal peserta 64 orang.
2. Bazar diikuti oleh para sponsor serta masyarakat yang ingin berpartisipasi dengan menyewa stan-stan yang disediakan panitia.
F. SUSUNAN PANITIA
Terlampir pada lampiran 1.
G. ANGGARAN BIAYA
Terlampir pada lampiran 2.
H. KOMPENSASI SPONSOR
Terlampir pada lampiran 3.
I. LAMPIRAN-LAMPIRAN.
1. Ketentuan Umum dan Peraturan Pertandingan Catur terlampir pada lampiran 4.
2. Denah lokasi terlampir pada lampiran 5.
3. Ketentuan penyewaan stan terlampir pada lampiran 6.
J. KATA PENUTUP
Demikianlah kiranya semoga pelaksanaan kegiatan Turnamen Catur Piala Cimak I Tahun 2007 beserta dengan acara bazar ini dapat menumbuhkembangkan karakter bangsa yang besar sealigus pula membungakan spirit kepahlawanan dan diri setiap peserta juga masyarakat umum.
Semoga Tuhan YME memberikan berkah dan ridhoNYA kepada kita semua teristimewa kepada seluruh pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini sehingga bisa sukses dan sesuai dengan harapan kita semua.
Tangerang, 30 September 2007
GUSTAF PARLINDUNGAN BOY MIHABALLO
Ketua Pelaksana Sekretaris
Mengetahui,
H.ALI WAHAB M A R J O N O
Ketua RW 05 Lurah Cipondoh Makmur
LAMPIRAN 1
SUSUNAN PANITIA TURNAMEN CATUR DAN BAZAR
Pelindung : Bpk. Marjono (Lurah Cipondoh Makmur)
Bpk. H.Ali Wahab (Ketua RW 05)
Penasehat : Bpk. I.Tasdik
Bpk. Yoyon Haryanto
Penanggungjawab : Bpk. Yono
Bpk. Yanto
Ketua Pelaksana : Gustaf Parlindungan
Sekretaris : Boy Mihaballo
Bendahara : Fredyk D.B
Seksi Pertandingan : Alfred Tambunan
Seksi Humas dan Publikasi : Ronni Sanjaya
Seksi Perlengkapan dan Bazar : Eman
Seksi Pencarian Dana : Goro Utomo (Kordinator)
Darwin
Seksi Dokumentasi : Boy
Seksi Konsumsi : Edi
Dibantu relawan dari Karang Taruna RW 05 Komplek Cipondoh Makmur.
LAMPIRAN 2
ANGGARAN BIAYA
1. KESEKRETARIATAN :
- Kertas HVS 5 RIM x Rp. 27.000 Rp. 135.000
- Tinta Printe 6 Tube x Rp. 12.000 Rp. 72.000
- Cartridge Printer 2 Buah x Rp. 150.000 Rp. 300.000
- Foto Copy Proposal 20 Hal x 20 Buah x Rp. 100 Rp. 40.000
- Jilid Proposal 20 Buah x Rp. 3000 Rp. 60.000
- Tanda Pengenal Panitia 25 x Rp. 1.500 Rp. 37.500
- Stempel Rp. 50.000
- Pencetakan Pamflet Rp. 100.000
----------------
Rp. 794.500
2. PERLENGKAPAN
- Sewa Meja 14 Meja x Rp.10.000 Rp. 140.000
- Sewa Kursi 75 Kursi x Rp. 1.500 Rp. 112.500
- Sewa Tenda Rp. 350.000
- Spanduk 5 x Rp. 150.000 Rp. 750.000
- Penataan Ruang & kebersihan Gedung Rp. 500.000
- Pembuatan Kaos 100 Buah x Rp.30.000 Rp. 3.000.000
- Sound System Rp. 500.000
-----------------
Rp. 5.352.500
3. PERTANDINGAN
- Piala 3 Set Rp. 100.000
- Wasit 2 Orang x Rp. 100.000 x 6 Babak Rp. 1.200.000
- Sewa 2 Buah Jam x Rp. 30.000 Rp. 60.000
- Hadiah Uang Total Rp. 3.150.000
-------------------
Rp. 4.510.000
4. HUMAS & PUBLIKASI
- Iklan Di media Massa cetak local Rp. 500.000
- Transportasi Rp. 500.000
----------------
Rp. 1.000.000
5. DOKUMENTASI
- Foto Rp. 250.000
- Video Rp. 250.000
----------------
Rp. 500.000
6. KONSUMSI PANITIA
- Katering 2 Hari x 25 Orang x Rp. 15.000 Rp. 750.000
- Kopi + Teh 2 Hari x 25 Orang x Rp. 2.000 Rp 100.000
- Snack 2 Hari x 25 Orang x Rp. 5.000 Rp. 250.000
----------------
Rp. 1.100.000
7. KEAMANAN
- Internal Panitia Rp. 250.000
- External ( KEPOLISIAN ) Rp. 250.000
----------------
Rp. 500.000
8. HONORARIUM
- Relawan 2 Hari x 15 Orangx Rp. 15.000 Rp. 450.000
- Panitia 2 Hari x 10 Orang x Rp. 50.000 Rp. 1.000.000
------------------
Rp. 1.450.000
SUB TOTAL Rp. 15.207.000
BIAYA TAK TERDUGA 20% Rp. 3.041.400
---------------------
TOTAL ANGGARAN Rp. 18.248.400
TERBILANG ( DELAPAN BELAS JUTA DUA RATUS EMPAT PULUH DELAPAN RIBU EMPAT RATUS RUPIAH )
PENDAHULUAN
Kerusakan lingkungan akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Contoh yang sering kita jumpai belakangan ini adalah masalah abrasi pantai. Abrasi pantai ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Masalah ini harus segera diatasi karena dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi makhluk hidup, tidak terkecuali manusia.
Abrasi pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi semakin menyempit, tapi bila dibiarkan begitu saja akibatnya bisa menjadi lebih berbahaya. Seperti kita ketahui, negara kita Indonesia sangat terkenal dengan keindahan pantainya. Setiap tahun banyak wisatawan dari mancanegara berdatangan ke Indonesia untuk menikmati panorama pantainya yang sangat indah. Apabila pantai sudah mengalami abrasi, maka tidak akan ada lagi wisatawan yang datang untuk mengunjunginya. Hal ini tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia karena secara otomatis devisa negara dari sektor pariwisata akan mengalami penurunan. Selain itu, sarana pariwisata seperti hotel, restoran, dan juga kafe-kafe yang terdapat di areal pantai juga akan mengalami kerusakan yang akan mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit. Demikian juga dengan pemukiman penduduk yang berada di areal pantai tersebut. Banyak penduduk yang akan kehilangan tempat tinggalnya akibat rumah mereka terkena dampak dari abrasi.
Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa dampak dari abrasi sangat berbahaya. Untuk itu kami akan mencoba menjelaskan lebih lanjut mengenai apa itu abrasi, penyebab abrasi, dan bagaimana solusi untuk menanggulanginya. Kami harap apa yang akan kami sampaikan ini dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat mengenai abrasi dan menambah rasa kepedulian masyarakat pada lingkungannya.
PENGERTIAN ABRASI
Abrasi merupakan peristiwa terkikisnya alur-alur pantai akibat gerusan air laut. Gerusan ini terjadi karena permukaan air laut mengalami peningkatan. Naiknya permukaan air laut ini disebabkan mencairnya es di daerah kutub akibat pemanasan global.
PENYEBAB ABRASI
Abrasi disebabkan oleh naiknya permukaan air laut diseluruh dunia karena mencairnya lapisan es di daerah kutub bumi. Mencairnya lapisan es ini merupakan dampak dari pemanasan global yang terjadi belakangan ini. Seperti yang kita ketahui,pemanasan global terjadi karena gas-gas CO2 yang berasal dari asap pabrik maupun dari gas buangan kendaraan bermotor menghalangi keluarnya gelombang panas dari matahari yang dipantulkan oleh bumi, sehingga panas tersebut akan tetap terperangkap di dalam atmosfer bumi dan mengakibatkan suhu di permukaan bumi meningkat. Suhu di kutub juga akan meningkat dan membuat es di kutub mencair, air lelehan es itu mengakibatkan permukaan air di seluruh dunia akan mengalami peningkatan dan akan menggerus daerah yang permukaannya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya abrasi sangat erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, garis pantai di beberapa daerah di Indonesia mengalami penyempitan yang cukup memprihatinkan. Seperti yang terjadi di daerah pesisir pantai wilayah kabupaten Indramayu. Abrasi yang terjadi mampu menenggelamkan daratan antara 2 hingga 10 meter pertahun dan sekarang dari panjang pantai 114 kilometer telah tergerus 50 kilometer. Dari 10 kecamatan yang memiliki kawasan pantai, hanya satu wilayah kecamatan yakni kecamatan Centigi yang hampir tidak memiliki persoalan abrasi. Hal ini karena di wilayah kecamatan Centigi kawasan hutan mangrove yang ada masih mampu melindungi kawasan pantai dari abrasi.
Tingkat abrasi yang cukup tinggi juga terjadi di kecamatan Pedes dan Cibuaya Kabupaten Karawang. Meskipun abrasi pantai dinilai belum pada kondisi yang membahayakan keselamatan warga setempat, namun bila hal itu dibiarkan berlangsung, dikhawatirkan dapat menghambat pengembangan potensi kelautan di kabupaten Karawang secara keseluruhan, baik pengembangan hasil produksi perikanan maupun pemanfaatan sumber daya kelautan lainnya.
Abrasi yang terjadi di kabupaten Indramayu dan kabupaten Karawang merupakan contoh kasus abrasi yang terjadi di Indonesia. Selain di kedua tempat tadi, masih banyak daerah lain yang juga mengalami abrasi dengan tingkat yang tergolong parah. Apabila hal ini tidak ditindaklanjuti secara serius, maka dikhawatirkan dalam waktu yang tidak lama beberapa pulau yang permukaannya rendah akan tenggelam.Selain abrasi, masalah yang terjadi di daerah pesisir pantai adalah masalah pencemaran lingkungan pantai. Beberapa pantai mengalami pencemaran yang cukup parah seperti kasus yang terjadi di daerah Balikpapan, dimana pada tahun 2004 tercemar oleh limbah minyak. Tumpukan kerak minyak atau sludge berwarna hitam yang mirip dengan gumpalan aspal tersebut beratnya diperkirakan mencapai 300 ton. Contoh lain adalah kasus yang terjadi di sekitar teluk Jakarta. Berbagai jenis limbah dan ribuan ton sampah yang mengalir melalui 13 kali di Jakarta berdampak pada kerusakan Pantai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pada tahun 2006, kerusakan terumbu karang dan ekosistem taman nasional itu diperkirakan mencapai 75 kilometer. Tahun lalu saja telah terjadi kerusakan serius sepanjang 40 kilometer. Kali Ciliwung, Banjir Kanal Barat (BKB), Kali Sunter, dan Kali Pesanggrahan merupakan penyumbang pencemaran terbesar ke Teluk Jakarta. Setiap hari Kali Ciliwung, BKB, dan Kali Sunter mengalirkan sampah yang berton-ton banyaknya. Sampah berbagai jenis itu mengalir ke Teluk Jakarta, dan sampai ke Pantai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kondisi ini memerlukan penanganan segera. Terkait dengan itu, pencemaran teluk Jakarta harus segera diatasi, terutama dengan melakukan pengurangan limbah sampah di sungai.
Pencemaran yang terjadi di pesisir pantai merupakan sesuatu yang sangat merugikan bagi manusia. Selain itu, sebagian besar objek wisata di Indonesia merupakan wisata pantai. Keindahan panorama pantai membuat wisatawan dari mancanegara berdatangan ke Indonesia. Hal ini seharusnya membuat pemerintah lebih mempedulikan kebersihan dan keasrian pantai, karena apabila keadaan pantai tidak bersih dan dipenuhi sampah, wisatawan tidak akan mau lagi mengunjungi pantai di Indonesia yang akibatnya dapat mengurangi devisa negara.
Rusaknya lingkungan pantai juga dapat merusak ekosistem yang ada disana. Biota yang hidup di daerah pantai seperti terumbu karang dan ikan-ikan kecil akan mati bila tingkat pencemarannya tinggi. Untuk itu diperlukan upaya dari pemerintah maupun masyarakat untuk menjaga keindahan dan keasrian pantai.
PENYELESAIAN
Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat untuk mengatasi masalah abrasi dan pencemaran pantai ini. Untuk mengatasi masalah abrasi di Indonesia ini pemerintah secara bertahap melakukan pembangunan alat pemecah ombak serta penghijauan hutan mangrove di sekitar pantai yang terkena abrasi tersebut. Dalam mengatasi masalah abrasi ini, tentu ada saja hambatan-hambatan dan juga kesulitan-kesulitan yanag akan dihadapi, misalnya dalam pembangunan alat pemecah ombak ini diperlukan biaya yang sangat mahal dan juga wilayah tempat pembangunannya sangat luas, sehingga untuk membangun alat ini di seluruh pantai yang terkena abrasi akan memerlukan waktu yang sangat lama dan juga biaya yang sangat mahal. Upaya penanaman tanaman bakau di pinggir pantai juga banyak hambatannya. Tanaman bakau hanya dapat tumbuh pada tanah gambut yang berlumpur. Hal ini akan menjadi sangat sulit karena sebagian besar pantai di Indonesia merupakan perairan yang dasarnya tertutupi oleh pasir, seperti kita ketahui bahwa tanaman bakau tidak dapat tumbuh pada daerah berpasir. Meskipun sangat sulit, tetapi usaha untuk mangatasi abrasi ini harus terus dilakukan. Jika masalah abrasi ini tidak segera ditanggulangi, maka bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan luas pulau-pulau di Indonesia banyak yang akan berkurang. Agar upaya ini dapat berjalan dengan lebih baik, maka peranan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah tidak akan dapat mengatasinya tanpa partisipasi dari masyarakat. Apabila alat pemecah ombak berhasil dibangun dan hutan bakau atau hutan mangrove berhasil ditanam, maka dampak abrasi tentu akan dapat dikurangi meskipun tidak sampai 100%.
Masalah pencemaran pantai juga harus diatasi denga sangat serius karena dapat merusak keindahan dan keasrian pantai. Untuk megatasi permasalahan ini kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan harus ditingkatkan. Selain itu peraturan untuk tidak merusak lingkungan harus dibuat dan menindak dengan tegas bagi siapa pun yang melanggarnya.
Sekarang ini, di beberapa pantai masih banyak ditemui sampah-sampah yang berserakan. Selain itu, limbah pabrik yang beracun banyak yang dialirkan ke sungai yang kemudian mengalir ke laut. Hal ini dapat merusak ekosistem laut, dan juga dapat membunuh beberapa biota laut. Pemerintah seharusnya menghimbau agar seluruh pabrik-pabrik tersebut agar membuang limbahnya setelah dinetralisasi terlebih dahulu.
KESIMPULAN DAN SARAN
Abrasi dan pencemaran pantai merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh masyarakat. Dari penjelasan kami di atas kami dapat menyimpulkan beberapa hal. Adapun beberapa kesimpulan yang dapat kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Abrasi diakibatkan oleh maiknya permukaan air laut karena mencairnya lapisan es yang ada di daerah kutub bumi. Es tersebut mencair akibat terjadinya pemanasan global.
2. Masalah abrasi maupun pencemaran lingkungan ini sangat sulit untuk diatasi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya. Masih banyak orang yang membuang sampah pada sembarang tempat yang nantinya dapat mencemari lingkungan.
3. Dampak yang diakibatkanoleh abrasi ini sangat besar. Garis pantai akan semakin menyempit dan apabila tidak diatasi lama kelamaan daerah-daerah yang permukaannya rendah akan tenggelam.
4. Dampak dari abrasi dapat dikurangi dengan membangun alat pemecah ombak dan juga menanam pohon bakau di pinggir pantai. Alat pemecah ombak dapat menahan laju ombak dan memecahkan gelombang air sehingga kekuatan ombak saat mencapai bibir pantai akan berkurang. Demikian juga dengan pohon bakau yang ditanam di pinggiran pantai. Akar-akarnya yang kokoh dapat menahan kekuatan ombak agar tidak mengikis pantai.
Dari kesimpulan tersebut dapat kita lihat penyebab abraasi dan juga beberapa cara untuk mengatasinya. Kita juga dapat mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan apabila hal ini tidak segera diatasi. Menurut kami permasalahan ini harus diselesaikan bukian hanya oleh pemerintah, tapi juga memerlukan partisipasi dari masyarakat.
Selain kesimpulan tadi, kami juga memiliki beberapa saran yang akan kami sampaikan. Adapun saran-saran yang akan kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat harus mengambil peran dalam mengatasi masalah abrasi dan pencemaran pantai, karena usaha dari pemerintah saja tidak cukup berarti tanpa bantuan dari masyarakat.
2. Pemerintah harus memberikan hukuman yang tagas bagi setiap orang yang merusak lingkungan.
3. Pembangunan alat pemecah ombak dan penanaman pohon bakau harus segera dilakukan agar abrasi yang terjadi di beberapa daerah tidak bertambah parah.
4. Bagi para pemilik pabrik maupun usaha apapun yang ada di sekitar pantai agar tidak membuang limbah atau sampah ke laut. Mereka harus menyediakan sarana kebersihan agar limbah atau sampah yang mereka hasilkan tidak mencemari pantai.
Demikianlah saran-saran yang dapat kami sampaikan,semoga apa yang telah kami sampaikan dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat agar mau menjaga keasrian dan kebersiha lingkungan. Semua orang harus ikut berperan serta dalam menanggulangi masalah yang sangat berbahaya yang bernama ABRASI.
Kerusakan lingkungan akan semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Contoh yang sering kita jumpai belakangan ini adalah masalah abrasi pantai. Abrasi pantai ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Masalah ini harus segera diatasi karena dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi makhluk hidup, tidak terkecuali manusia.
Abrasi pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi semakin menyempit, tapi bila dibiarkan begitu saja akibatnya bisa menjadi lebih berbahaya. Seperti kita ketahui, negara kita Indonesia sangat terkenal dengan keindahan pantainya. Setiap tahun banyak wisatawan dari mancanegara berdatangan ke Indonesia untuk menikmati panorama pantainya yang sangat indah. Apabila pantai sudah mengalami abrasi, maka tidak akan ada lagi wisatawan yang datang untuk mengunjunginya. Hal ini tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi perekonomian di Indonesia karena secara otomatis devisa negara dari sektor pariwisata akan mengalami penurunan. Selain itu, sarana pariwisata seperti hotel, restoran, dan juga kafe-kafe yang terdapat di areal pantai juga akan mengalami kerusakan yang akan mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit. Demikian juga dengan pemukiman penduduk yang berada di areal pantai tersebut. Banyak penduduk yang akan kehilangan tempat tinggalnya akibat rumah mereka terkena dampak dari abrasi.
Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa dampak dari abrasi sangat berbahaya. Untuk itu kami akan mencoba menjelaskan lebih lanjut mengenai apa itu abrasi, penyebab abrasi, dan bagaimana solusi untuk menanggulanginya. Kami harap apa yang akan kami sampaikan ini dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat mengenai abrasi dan menambah rasa kepedulian masyarakat pada lingkungannya.
PENGERTIAN ABRASI
Abrasi merupakan peristiwa terkikisnya alur-alur pantai akibat gerusan air laut. Gerusan ini terjadi karena permukaan air laut mengalami peningkatan. Naiknya permukaan air laut ini disebabkan mencairnya es di daerah kutub akibat pemanasan global.
PENYEBAB ABRASI
Abrasi disebabkan oleh naiknya permukaan air laut diseluruh dunia karena mencairnya lapisan es di daerah kutub bumi. Mencairnya lapisan es ini merupakan dampak dari pemanasan global yang terjadi belakangan ini. Seperti yang kita ketahui,pemanasan global terjadi karena gas-gas CO2 yang berasal dari asap pabrik maupun dari gas buangan kendaraan bermotor menghalangi keluarnya gelombang panas dari matahari yang dipantulkan oleh bumi, sehingga panas tersebut akan tetap terperangkap di dalam atmosfer bumi dan mengakibatkan suhu di permukaan bumi meningkat. Suhu di kutub juga akan meningkat dan membuat es di kutub mencair, air lelehan es itu mengakibatkan permukaan air di seluruh dunia akan mengalami peningkatan dan akan menggerus daerah yang permukaannya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya abrasi sangat erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan.
Dalam beberapa tahun terakhir, garis pantai di beberapa daerah di Indonesia mengalami penyempitan yang cukup memprihatinkan. Seperti yang terjadi di daerah pesisir pantai wilayah kabupaten Indramayu. Abrasi yang terjadi mampu menenggelamkan daratan antara 2 hingga 10 meter pertahun dan sekarang dari panjang pantai 114 kilometer telah tergerus 50 kilometer. Dari 10 kecamatan yang memiliki kawasan pantai, hanya satu wilayah kecamatan yakni kecamatan Centigi yang hampir tidak memiliki persoalan abrasi. Hal ini karena di wilayah kecamatan Centigi kawasan hutan mangrove yang ada masih mampu melindungi kawasan pantai dari abrasi.
Tingkat abrasi yang cukup tinggi juga terjadi di kecamatan Pedes dan Cibuaya Kabupaten Karawang. Meskipun abrasi pantai dinilai belum pada kondisi yang membahayakan keselamatan warga setempat, namun bila hal itu dibiarkan berlangsung, dikhawatirkan dapat menghambat pengembangan potensi kelautan di kabupaten Karawang secara keseluruhan, baik pengembangan hasil produksi perikanan maupun pemanfaatan sumber daya kelautan lainnya.
Abrasi yang terjadi di kabupaten Indramayu dan kabupaten Karawang merupakan contoh kasus abrasi yang terjadi di Indonesia. Selain di kedua tempat tadi, masih banyak daerah lain yang juga mengalami abrasi dengan tingkat yang tergolong parah. Apabila hal ini tidak ditindaklanjuti secara serius, maka dikhawatirkan dalam waktu yang tidak lama beberapa pulau yang permukaannya rendah akan tenggelam.Selain abrasi, masalah yang terjadi di daerah pesisir pantai adalah masalah pencemaran lingkungan pantai. Beberapa pantai mengalami pencemaran yang cukup parah seperti kasus yang terjadi di daerah Balikpapan, dimana pada tahun 2004 tercemar oleh limbah minyak. Tumpukan kerak minyak atau sludge berwarna hitam yang mirip dengan gumpalan aspal tersebut beratnya diperkirakan mencapai 300 ton. Contoh lain adalah kasus yang terjadi di sekitar teluk Jakarta. Berbagai jenis limbah dan ribuan ton sampah yang mengalir melalui 13 kali di Jakarta berdampak pada kerusakan Pantai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Pada tahun 2006, kerusakan terumbu karang dan ekosistem taman nasional itu diperkirakan mencapai 75 kilometer. Tahun lalu saja telah terjadi kerusakan serius sepanjang 40 kilometer. Kali Ciliwung, Banjir Kanal Barat (BKB), Kali Sunter, dan Kali Pesanggrahan merupakan penyumbang pencemaran terbesar ke Teluk Jakarta. Setiap hari Kali Ciliwung, BKB, dan Kali Sunter mengalirkan sampah yang berton-ton banyaknya. Sampah berbagai jenis itu mengalir ke Teluk Jakarta, dan sampai ke Pantai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kondisi ini memerlukan penanganan segera. Terkait dengan itu, pencemaran teluk Jakarta harus segera diatasi, terutama dengan melakukan pengurangan limbah sampah di sungai.
Pencemaran yang terjadi di pesisir pantai merupakan sesuatu yang sangat merugikan bagi manusia. Selain itu, sebagian besar objek wisata di Indonesia merupakan wisata pantai. Keindahan panorama pantai membuat wisatawan dari mancanegara berdatangan ke Indonesia. Hal ini seharusnya membuat pemerintah lebih mempedulikan kebersihan dan keasrian pantai, karena apabila keadaan pantai tidak bersih dan dipenuhi sampah, wisatawan tidak akan mau lagi mengunjungi pantai di Indonesia yang akibatnya dapat mengurangi devisa negara.
Rusaknya lingkungan pantai juga dapat merusak ekosistem yang ada disana. Biota yang hidup di daerah pantai seperti terumbu karang dan ikan-ikan kecil akan mati bila tingkat pencemarannya tinggi. Untuk itu diperlukan upaya dari pemerintah maupun masyarakat untuk menjaga keindahan dan keasrian pantai.
PENYELESAIAN
Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat untuk mengatasi masalah abrasi dan pencemaran pantai ini. Untuk mengatasi masalah abrasi di Indonesia ini pemerintah secara bertahap melakukan pembangunan alat pemecah ombak serta penghijauan hutan mangrove di sekitar pantai yang terkena abrasi tersebut. Dalam mengatasi masalah abrasi ini, tentu ada saja hambatan-hambatan dan juga kesulitan-kesulitan yanag akan dihadapi, misalnya dalam pembangunan alat pemecah ombak ini diperlukan biaya yang sangat mahal dan juga wilayah tempat pembangunannya sangat luas, sehingga untuk membangun alat ini di seluruh pantai yang terkena abrasi akan memerlukan waktu yang sangat lama dan juga biaya yang sangat mahal. Upaya penanaman tanaman bakau di pinggir pantai juga banyak hambatannya. Tanaman bakau hanya dapat tumbuh pada tanah gambut yang berlumpur. Hal ini akan menjadi sangat sulit karena sebagian besar pantai di Indonesia merupakan perairan yang dasarnya tertutupi oleh pasir, seperti kita ketahui bahwa tanaman bakau tidak dapat tumbuh pada daerah berpasir. Meskipun sangat sulit, tetapi usaha untuk mangatasi abrasi ini harus terus dilakukan. Jika masalah abrasi ini tidak segera ditanggulangi, maka bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan luas pulau-pulau di Indonesia banyak yang akan berkurang. Agar upaya ini dapat berjalan dengan lebih baik, maka peranan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah tidak akan dapat mengatasinya tanpa partisipasi dari masyarakat. Apabila alat pemecah ombak berhasil dibangun dan hutan bakau atau hutan mangrove berhasil ditanam, maka dampak abrasi tentu akan dapat dikurangi meskipun tidak sampai 100%.
Masalah pencemaran pantai juga harus diatasi denga sangat serius karena dapat merusak keindahan dan keasrian pantai. Untuk megatasi permasalahan ini kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan harus ditingkatkan. Selain itu peraturan untuk tidak merusak lingkungan harus dibuat dan menindak dengan tegas bagi siapa pun yang melanggarnya.
Sekarang ini, di beberapa pantai masih banyak ditemui sampah-sampah yang berserakan. Selain itu, limbah pabrik yang beracun banyak yang dialirkan ke sungai yang kemudian mengalir ke laut. Hal ini dapat merusak ekosistem laut, dan juga dapat membunuh beberapa biota laut. Pemerintah seharusnya menghimbau agar seluruh pabrik-pabrik tersebut agar membuang limbahnya setelah dinetralisasi terlebih dahulu.
KESIMPULAN DAN SARAN
Abrasi dan pencemaran pantai merupakan masalah pelik yang dihadapi oleh masyarakat. Dari penjelasan kami di atas kami dapat menyimpulkan beberapa hal. Adapun beberapa kesimpulan yang dapat kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Abrasi diakibatkan oleh maiknya permukaan air laut karena mencairnya lapisan es yang ada di daerah kutub bumi. Es tersebut mencair akibat terjadinya pemanasan global.
2. Masalah abrasi maupun pencemaran lingkungan ini sangat sulit untuk diatasi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya. Masih banyak orang yang membuang sampah pada sembarang tempat yang nantinya dapat mencemari lingkungan.
3. Dampak yang diakibatkanoleh abrasi ini sangat besar. Garis pantai akan semakin menyempit dan apabila tidak diatasi lama kelamaan daerah-daerah yang permukaannya rendah akan tenggelam.
4. Dampak dari abrasi dapat dikurangi dengan membangun alat pemecah ombak dan juga menanam pohon bakau di pinggir pantai. Alat pemecah ombak dapat menahan laju ombak dan memecahkan gelombang air sehingga kekuatan ombak saat mencapai bibir pantai akan berkurang. Demikian juga dengan pohon bakau yang ditanam di pinggiran pantai. Akar-akarnya yang kokoh dapat menahan kekuatan ombak agar tidak mengikis pantai.
Dari kesimpulan tersebut dapat kita lihat penyebab abraasi dan juga beberapa cara untuk mengatasinya. Kita juga dapat mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan apabila hal ini tidak segera diatasi. Menurut kami permasalahan ini harus diselesaikan bukian hanya oleh pemerintah, tapi juga memerlukan partisipasi dari masyarakat.
Selain kesimpulan tadi, kami juga memiliki beberapa saran yang akan kami sampaikan. Adapun saran-saran yang akan kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat harus mengambil peran dalam mengatasi masalah abrasi dan pencemaran pantai, karena usaha dari pemerintah saja tidak cukup berarti tanpa bantuan dari masyarakat.
2. Pemerintah harus memberikan hukuman yang tagas bagi setiap orang yang merusak lingkungan.
3. Pembangunan alat pemecah ombak dan penanaman pohon bakau harus segera dilakukan agar abrasi yang terjadi di beberapa daerah tidak bertambah parah.
4. Bagi para pemilik pabrik maupun usaha apapun yang ada di sekitar pantai agar tidak membuang limbah atau sampah ke laut. Mereka harus menyediakan sarana kebersihan agar limbah atau sampah yang mereka hasilkan tidak mencemari pantai.
Demikianlah saran-saran yang dapat kami sampaikan,semoga apa yang telah kami sampaikan dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat agar mau menjaga keasrian dan kebersiha lingkungan. Semua orang harus ikut berperan serta dalam menanggulangi masalah yang sangat berbahaya yang bernama ABRASI.